Di Bogor Nyebrang Sembarangan Denda Rp 50.000

Nyebrang sembarangan di denda Rp 50.000
Nyebrang sembarangan di denda Rp 50.000
Nyebrang sembarangan di denda Rp 50.000. Foto: Sofyansyah/Radar Bogor (Grup Pojoksatu.id)

POJOKSATU – Mulai hari ini masyarakat sepertinya harus mulai membiasakan diri menyebrang di jembatan penyebrangan orang (JPO). Karena dalam waktu dekat Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, akan menerapkan peraturan berupa sanksi tilang bagi pengguna jalan yang menyebrang sembarangan.

Tak main-main sanksi tilang yang diberikan berupa denda senilai Rp 50.000. Aturan ini berlaku di JPO Paledang, Jalan Kapten Muslihat dan JPO di Jalan Pajajaran.

Sekretaris Daerah Kota Bogor Ade Sarif Hidayat memaparkan, saat ini pihaknya tengah mengkaji saksi tersebut dan akan menuangkannya ke dalam peraturan daerah (perda).

“Agar tak ada masyarakat yang menyebrang di jalan raya tetapi menggunakan JPO. Perda ini masih dikaji, belum berjalan. Masih dalam tahap sosialisasi,” papar Ade Sarif pada Radar Bogor, Kamis (8/1/2015). (Grup Pojoksatu.id)


Di tempat terpisah Kepala Satpol PP Kota Bogor, Eko Prabowo mengatakan, selain mengarahkan warga menggunakan jembatan penyebrangan, petugas gabungan dari DLLAJ, Satpol PP dan Kepolisian juga dikerahkan untuk mengawasi angkot yang berhenti sembarangan. Selain juga PKL yang masih mengkal dan menambah kemacetan di kawasan Stasiun Bogor, Kapten Muslihat, Nyi Raja Pernas, MA Salmun dan Jalan Dewi Sartika.

Di sisi lain, hingga saat ini pengerjaan JPO Paledang baru 90 persen. Kini, giliran petugas Dinas Kebersihan dan Pertanaman (DKP) dan DLLAJ, Organda, Satpol PP dan PT KAI yang harus menuntaskan pengerjaan pemagaran.

“DKP untuk pemasangan PJU di sekitar JPO dan plang iklan akan dilepas, diganti dengan vertical garden,” ungkapnya.

Sedangkan DLLAJ akan membantu rambu di kawasan stasiun dan membuat plang di atas jalur angkot. Satpol PP akan bekerja siang dan malam untuk menjaga kawasan tersebut. Spanduk sosialisasi juga terlihat masih terpampang di pagar pembatas jalan. (abe/lya/pojoksatu)