6 Maskapai Indonesia Dilarang Terbang ke Eropa

citilink-landing
Citilink merupakan salah satu maskapai yang dilarang terbang ke Eropa

POJOKSATU – Banyaknya insiden kecelakaan pesawat di tanah air membuat Komisi Eropa (European Commision) menerbitkan daftar hitam dan mencekal maskapai asal Indonesia terbang di benua biru itu. Tidak tanggung-tanggung, hampir semua maskapai penerbangan Indonesia dilarang terbang ke Eropa. Berikut ini daftarnya:

1. Sriwijaya Air
Sejumlah insiden minor tercatat dalam sejarah Sriwijaya Air. Maskapai yang mulai mengudara pada 12 tahun silam, pernah tergelincir 2008 di Bandar Udara Sultan Thaha dan menabrak tiga orang. Insiden diakibatkan kerusakan pada sistem hidraulik rem. 13 orang mengalami luka-luka akibat insiden tersebut. Maskapai ini merupakan salah satu pesawat besutan keluarga Lie.

2. Lion Air
Lion Air mencatat pembelian terbesar dalam sejarah Airbus dan Boeing. Namun ambisi ekspansi maskapai besutan konglomerat Rusdi Kirana ini tidak berbanding lurus dengan faktor keamanan. Pada 2013 lalu salah satu pesawatnya tergelincir di Bandara Ngurah Rai dan tercebur ke laut. Sedikitnya 45 orang mengalami luka-luka. Tercatat sebanyak 24 insiden pernah dialami Lion Air dalam sejarahnya

3. Citilink
Anak perusahan Garuda Indonesia yang khusus melayani penerbangan murah ini sejatinya belum pernah mengalami insiden serius, kecuali 2011 silam saat penerbangan 087 dibatalkan setelah mengudara lantaran kerusakan pada mesin. Dengan berbekal armada pesawat yang rata-rata berusia 5,7 tahun, Citilink diyakini tidak lama lagi akan keluar dari daftar hitam Uni Eropa.


4. Batik Air
Serupa dengan Citilink, Batik Air belum pernah mengalami insiden sejak pendiriannya 2013 silam. Larangan beroperasi disematkan pada maskapai murah ini karena kedekatannya dengan perusahaan induk Lion Air dalam hal pemeliharaan pesawat. Lion Air saat ini banyak dikritik karena terlalu banyak berhemat di bidang Maintenance, yang mengakibatkan pesawat sering mengalami kerusakan.

5. Riau Airlines
Maskapai Riau Airlines didirikan pada tanggal 12 Maret 2002 dan mulai beroperasi pada Desember 2002. Maskapai ini adalah satu-satunya maskapai Indonesia yang berkantor pusat di luar Jakarta dan sepenuhnya dimiliki oleh pemerintah daerah. Sempat jatuh bangkrut, Riau Airlines kembali beroperasi dengan Boeing 737-500 dan beberapa pesawat kecil yang melayani rute penerbangan lokal.

6. Garuda Indonesia
Garuda adalah contoh terbaik kebangkitan maskapai Indonesia. Sempat masuk dalam daftar hitam Uni Eropa, maskapai pelat merah ini berbenah diri dan mampu merangsek dalam daftar maskapai terbaik di dunia. Oleh Skytrax, Garuda 2010 lalu dianugerahi pengarhagaan sebagai Most Improved Airline. Setahun kemudian Garuda juga mendapat predikat maskapai regional terbaik di dunia. (one)