Surabaya Hentikan 13 Penerbangan

air asia
AirAsia
Pesawat AirAsia. Foto: Int
Pesawat AirAsia. Foto: Int

POJOKSATU – Bandara Juanda, Surabaya, menghentikan penerbangan beberapa maskapai rute domestik. Pelarangan ini karena belum mendapat izin dari Dirjen Perhubungan Udara terkait perubahan jadwal.

Menurut General Manager PT Angakasa Pura I Juanda, Trikora Hardjo, ‎larangan terbang ini dikeluarkan Air Navigasi (AirNav) dan Otoritas Bandara (Otban) III Juanda.

‎”Pihak Air Navigasi maupun otoritas bandara memberlakukan pengetatan. Beberapa maskapai yang dilarang terbang karena belum mempunyai izin perubahan jadwal yakni, delapan Lion Air, tiga Sriwijaya Air dan dua Kal Star. Seluruhnya tujuan domestik,” jelas Trikora, Selasa (6/1/2015)

Direktur Utama PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo mengatakan kejadian ini efek dari kisruh izin pesawat Air Asia QZ8501.


“AirNav pasti tak mau ambil risiko karena sekarang izin jalannya diperketat,” ungkap Tommy pada media ketika ditemui di kantornya, Selasa (6/1/2015).

Angkasa Pura I telah mengalihkan penumpang ke penerbangan lain yang jamnya berdekatan. Meski tak dapat izin terbang, kondisi terakhir di Bandara Juanda normal.

Kementrian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara membekukan sementara izin rute penerbangan pesawat Air Asia dari Surabaya ke Singapura dan sebaliknya.

Izin penerbangan dibekukan berdasarkan Surat Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor AU. 008/1/1/DRJU-DAU-2015 terhitung 2 Januari 2015 hingga keluarnya hasil evaluasi dan investigasi jatuhnya pesawat Air Asia QZ8501. (zul)