Siapapun Ketumnya, PAN Tetap di KMP

Logo_Partai_Amanat_Nasional

POJOKSATU – Jelang Kongres, posisi Partai Amanat Nasional (PAN) mulai dipertanyakan apakah berada di luar atau bergabung ke pemerintahan. Sekarang ini ada gerakan yang menghendaki PAN bergabung ke pemerintah.

Ketua DPP PAN, Viva Yoga Mauladi menegaskan, PAN tidak akan mengubah posisi. PAN akan tetap berada di luar pemerintah bersama Koalisi Merah Putih (KMP).

Siapapun ketumnya, PAN standing position-nya tetap berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi-fungsi sebagai parpol modern. PAN tetap di KMP siapapun ketumnya,” tegas Viva Yoga kepada wartawan, kemarin.


Dikatakan Viva, setelah Kongres nanti, PAN tetap akan menjalankan fungsi kritis yang korektif dan konstruktif. Dia meyakin, dengan posisi tersebut akan mampu membantu dalam menciptakan pemerintah yang bersih, sehat, kuat, dan berwibawa.

Viva menegaskan, posisi PAN tidak akan menghambat kinerja atau merongrong kewibawaan pemerintah, tapi justru membantu pemerintah. Sesuai platform PAN, berada di dalam atau di luar adalah sama-sama mulianya untuk kepentingan rakyat, bangsa dan negara,” sambungnya.

Hal senada diungkapkan Wakil Sekjen DPP PAN, Azis Subekti. Menurut dia, keinginan elite PAN untuk berada di luar pemerintah bukan hanya diharapkan oleh segelintir orang, tetapi mayoritas pengurus PAN di daerah juga menghendaki agar PAN menjadi oposisi.

DPP PAN masih yakin, kami 90 persen di KMP,” jelas Azis.

Azis menambahkan, sejauh ini tidak ada upaya pendekatan formal yang dilakukan oleh kubu Koalisi Indonesia Hebat (KIH) menemui PAN dan mengajak bergabung mendukung pemerintah. Sejauh ini, kata dia, pendekatan yang dilakukan hanya personal saja.

Jadi, kami pastikan tidak akan ada Kongres tandingan nanti,” tegas Azis.

Kendati demikian, Azis melihat ada sebagian kecil yang memang ingin pindah ke KIH, baik di DPP ataupun di DPW. Bahkan, keinginan itu dilontarkan dari beberapa pengurus yang menjadi anggota DPR.

Meski ada pergerakan yang ingin PAN ke KIH, Azis menegaskan, partainya tidak akan pecah sebagaimana terjadi pada PPP atau Golkar. “Sejauh ini indikasi PAN akan mengalami hal yang sama tidak ada. Walaupun dinamika politik jelang kongres tetap ada,” katanya.

Dia menambahkan, selain ada gerakan yang ingin mengubah sikap politik PAN, ada juga segelintir orang yang menghendaki adanya regenerasi kepemimpinan di partai berlambang matahari ini.

Ada yang ingin Hatta pimpin, ada yang ingin rotasi kepemimpinan. Kemudian ada yang menginginkan tetap KMP ada juga wacana ke KIH. Ada yang ingin mengubah AD/ART sesuai dengan kebutuhan zaman,” pungkasnya. (rmol)