Marak Pungli, Risma 2 Kali Kumpulkan Kepala Sekolah

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini
Foto: Istimewa. Tri Rismaharini
Foto: Istimewa. Tri Rismaharini

POJOKSATU – Kejadian yang mencoreng dunia pendidikan Kota Surabaya, Jawa Timur beberapa waktu terakhir mendapat perhatian serius Wali Kota Tri Rismaharini. Orang nomor satu di Pemkot Surabaya tersebut lagi-lagi mengumpulkan 395 kepala sekolah dasar negeri plus para pengawas sekolah di Graha Sawunggaling, Rabu (7/1).

Sehari sebelumnya, Risma -panggilan Tri Rismaharini- telah menerapkan tindakan serupa pada para kepala sekolah (kasek) di tingkat SMP dan SMA/SMK. Menurut Risma, kejadian di SMAN 15 Surabaya harus dijadikan momen evaluasi semua pihak.

“Khususnya para guru dan kepsek. Selebihnya saya menyerahkan proses hukum kepada aparat berwenang. Jangan mudah terpancing godaan yang tidak sesuai aturan. Sebaliknya, fasilitas yang dimiliki harus disyukuri dan dijadikan motivasi dalam mengajar anak didik,” kata Risma seperti yang dilansir Radar Surabaya (Grup JPNN.com), Kamis (8/1).

Ditegaskan Risma, dirinya berharap para kasek dan guru bersyukur atas apa yang dimiliki. “Jangan selalu melihat ke atas nanti bisa tersandung. Lihatlah ke bawah sehingga kita bisa selalu bersyukur. Sudah, ini semua cukup. Saya ingin ini kejadian yang terakhir,” tegasnya.


Lebih lanjut Risma meminta para pengajar untuk mengajukan usulan yang terkait dengan pelatihan dan peningkatan kualitas tenaga pendidik. “Saya sudah berusaha memberikan yang terbaik buat sekolah. Jika masih saja terjadi kecurangan, saya tidak akan segan untuk menindak,” tegasnya.

Seperti diektahui, Wakil Kepala SMAN 15, Nanang kini tengah diproses di Polrestabes Surabaya. Ia ditangkap tangan menarik pungutan liar (Pungli) kepada orang tua siswa yang hendak memutasi anaknya. Kepala SMAN 15 Khairil Anwar juga diseret karena mengetahui kasus tersebut. (ima/san/wah/jee/awa/jpnn)