Dilarang Merokok, Profesor Nyabu Tidak Betah di Panti

Mantan Wakil Rektor Unhas, Prof Musakkir. Foto:dok/jpnn.
Mantan Wakil Rektor Unhas, Prof Musakkir. Foto:dok/jpnn.
Mantan Wakil Rektor Unhas, Prof Musakkir. Foto:dok/jpnn.

POJOKSATU – Menjalani masa rehabilitasi di Balai Besar Rehabilitasi BNN Sulsel Baddoka, Kota Makassar, ternyata membuat Prof Musakkir tidak nyaman. Soalnya, guru besar Universitas Hasanuddin itu dilarang merokok selama berada di balai.

Makanya, professor yang tersangkut kasus narkoba itu meminta untuk dipindahkan ke rumah tahanan. Sayangnya keingannya itu tidak dipenuhi penyidik. Musakkir sendiri sudah menjalani rehabilitasi di panti selama 49 hari.

Kuasa hukum Musakkir, Andi Arcam membeberkan keluhan kliennya itu kepada Pojoksatu. Menurutnya, selama mengikuti meteri kondisi Musakkir semakin sehat. Namun Prof Musakkir beberapa kali mengeluh, pasalnya ia tak  bisa merokok di balai rehabilitasi pecandu narkoba itu. “Dia mengeluh tidak bisa merokok,“ ujar Andi Arcam kepada Posjoksatu, Kamis (8/1) siang.

Prof Musakkir ditangkap saat pesta sabu bersama dua mahasiswi di Hotel Grand Malibu, 14 November lalu. Saat itu, Musakkir menjabat Wakil Rektor III Unhas. Akibat kasus ini, Musakkir dicopot dari jabatannya di Unhas. Kini Ia harus diproses secara hukum dan bergabung bersama para pecandu narkoba di panti rehabilitasi.


Sementara proses hukum kasus professor nyabu ini sementara bergulir di Kejaksaan Negeri Makassar. Penyidik Polrestabes Makassar sudah melakukan pelimpahan berkas tahap dua (tersangka dan barang bukti), Selasa (6/1) lalu, ke Kejari Makassar.(ure)