Black Box AirAsia Dibedah di Jakarta

Persiapan-penyelam-AirAsia

POJOKSATU – Pasukan penyelam telah menemukan ekor pesat AirAsia QZ 8501, kemarin. Penyelam juga telah mendeteksi objek yang diduga black box. Hari ini, Tim SAR akan fokus melakukan pencarian dan pengangkatan black box dari dasar laut.

Jika berhasil diangkat hari ini, kotak hitam itu akan langsung dipindahkan ke Jakarta untuk diteliti oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Kotak tersebut berisi Flight Data Recorder (FDR) dan Voice Cockpit Recorder (VCR) yang akan menjelaskan penyebab jatuhnya AirAsia ke Selat Karimata. “Nanti semua dikonsentrasikan di Jakarta,” tutur Direktur Operasional Basarnas, SB Supriyadi.

Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan, kotak hitam pesawat AirAsia itu haruslah dibuka sepenuhnya di Indonesia. Meskipun pesawat tersebut diketahui dimiliki perusahaan induk asal Malaysia, tetapi Indonesia yang memiliki wewenang terhadap penyelidikan kotak hitam pesawat itu.
“Kalau black box harus dibaca di Indonesia,” ujar Jonan.


Sebelumnya, tim penyelam pertama TNI Angkatan Laut yang diterjunkan sejak Minggu (4/1/2015) berhasil menemukan ekor pesawat AirAsia QZ8501 yang hilang di Selat Karimata, perairan dekat Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, pada Rabu (7/1/2015) siang. Tim penyelam tambahan langsung diterjunkan untuk proses pencarian dan evakuasi lebih lanjut.

Bagian ekor pesawat ditemukan di titik koordinat 03.36.31 Lintang Selatan dan 109.41.66 Bujur Timur. Fokus tim penyelam kedua untuk melakukan pengangkatan jenazah yang ada di sekitar lokasi ditemukannya ekor pesawat itu. Setelah semua jenazah diangkut, baru dilakukan pencarian terhadap black box atau kotak hitam. (one)