Begini Skenario Pengangkatan Black Box AirAsia

Indonesian Navy frogmen and underwater demolition unit personnel on a boat carrying body bags containing dead bodies from AirAsia flight QZ8501, are seen as bodies are lifted to the Indonesian Navy vessel KRI Banda Aceh, at sea
Tim SAR menyusuri perairan Karimata

POJOKSATU – TNI AL menyiapkan alat lifting bag dengan kapasitas 5 ton sebanyak dua unit untuk mengangkat bangkai AirAsia QZ 8501 dan black box di dasar laut Katimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Selain lifting bag, beberapa peralatan penting lainnya telah disiapkan tim. Seperti peralatan selam, alat angkat, dan tali- pengikat.

Kadislambair Koarmabar Letkol Laut (T) Ferdy Hindarto mengatakan, tujuan utama peralatan itu adalah untuk evakuasi. “Apabila ditemukan jenazah yang tertimpa puing maka peralatan disiapkan ini kita gunakan untuk mengangkatnya. Begitupula jika ditemukan black box, itu juga tujuan berikutnya. Jadi tujuan utama tetap evakuasi korban,” kata Ferdy.

Menurut dia, teknis pengangkatan temuan, masih melihat bagaimana kondisi di lapangan. Teknis tersebut ditentukan oleh koordinasi Panglima TNI Jenderal Moeldoko, Pangarmabar Laksda Widodo, dan Pangkoopsau 1 Marsda Dwi Putrantro yang saat ini sudah ada di lokasi.

Ferdy menjelaskan, lifting bag akan dibawa oleh penyelam lalu diikatkan kepada benda temuan. Setelah itu lifting bag akan dikembangkan dengan udara dari tabung gas yang dibawa penyelam. Ketika mengembang, maka lifting bag akan naik ke atas permukaan laut sambil membawa bagian pesawat.


Lebih jauh Fery menjelaskan, iika benda temuan ternyata melebihi dari kapasitas crane dari kapal-kapal krane yang dikerahkan dalam evakuasi, maka diperlukan bantuan lain. Seperti kapal ponton atau tongkang, atau kapal Crane Badak Laut.

“Tergantung pada kondisi barang yang akan diangkat itu. KRI yang ada mampu sekitar 3 ton, karena itu bukan mengangkat seperti itu, tapi untuk naik menurunkan sekoci,” terang Ferdy

Soal adanya tawaran bantuan dari Kapal asing, Ferdy mengaku tidak berwenang memberikan komentar. Namun berdasarkan informasi yang berada di lapangan, Ferdy menyatakan optimis peralatannya masih sanggup mengangkat bagian pesawat yang ditemukan. “Melihat kondisi nanti kita tunggu perintah dari atas seperti apa, apakah dilanjutkan oleh TNI atau kapal lain seperti apa. Kita masih nunggu perintah. Informasi selama ini dari hasil penghitungan penyelam dari tim yang ada dikapal-kapal itu sekitar 5-8 ton. Kalau cuma 8 ton kita optimis bisa mengangkat,” tutup Ferdy.

Sebelumnya saat tiba di Lanud Iskandar Pangkalan Bun, Panglima TNI Jenderal Moeldoko mengatakan salah satu kendala yang dihadapi jajarannya adalah peralatan untuk mengevakuasi. Pasalnya kapal-kapal poton yang daya angkatnya lebih dari 10 ton sedang tidak berada di dekat-dekat lokasi. “Kemampuan angkat balon kurang lebih hanya 10 ton. Mudah-mudahan tidak lebih dari itu beratnya,” tukas Moeldoko sesaat sebelum berangkat menuju lokasi dengan helikopter. (one)