Astagfirullah..Ayah Kandung Tega Gadaikan Anak Dengan Motor

Ilustrasi

POJOKSATU – Nasib pilu harus menimpa bocah 3 tahun, berinisial YPA. Bagaimana tidak, bocah malang ini dijadikan sebagai jaminan oleh ayah kandungnya sendiri. YPA digadaikan ayah kandungnya kepada seorang tukang ojek yang biasa mangkal di seputaran Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Alih-alih menitipkan anaknya kepada seorang tukang ojek sebagai jaminan, Dona (ayah YPA) malah membawa lari sepeda motor milik Yuliawan, warga Karang Baru, Kota Mataram, yang bekerja sebagai tukang ojek ini.

Menurut penturan Yuliawan, kejadian tersebut terjadi sekitar pertengahan Desember 2014. Awal mulanya ayah YPA meminjam sepeda motor milik Yuliawan dengan jaminan anaknya tersebut (YPA). “Saya percaya saja karena orangtua kan enggak mungkin meninggalkan anaknya begitu saja,” kata Yuliawan, Selasa (6/1/2015).

Setelah menunggu lama, ayah YPA tak kunjung datang untuk mengembalikan sepeda motor ataupun mengambil anaknya. saat dihubungi keesokan harinya, Dona beralasan masih di Labuhan Haji karena ibunya sakit. Hal ini terjadi selama beberapa hari.


“Saya coba hubungi berkali-kali, lalu dia SMS. Isinya, kalau dia tidak datang mengembalikan sepeda motor, kakak silakan lapor ke polisi,” kata dia.

Beberapa hari berlalu, Dona tak kunjung menunjukan batang hidungnya. Yuliawan pun kehilangan mata pencariannya. Ia lalu melaporkan perbuatan Dona ke Polsek Mataram dengan tuduhan penggelapan sepeda motor.

Sejak dilaporkan ke polisi, Dona sama sekali tidak bisa dihubungi. Nomor ponsel yang biasa digunakannya pun mati. Pernah satu kali, Yuliawan mengajak YPA ke indekos tempat ayah dan ibunya tinggal. Namun, menurut pemilik kos, orangtua bocah malang tersebut telah pindah.

Selama itu pula, bocah berparas ayu tersebut tinggal di rumah keluarga Yuliawan dan diasuh oleh istri Yuliawan, Suhainiah. Suhainiah menuturkan, saat kali pertama datang ke rumahnya, YPA dalam kondisi terluka. “Tangannya terkelupas, kiri kanan. Kakinya juga biru, seperti bekas cubitan. Katanya YPA, ibunya kandunganya sendiri yang melakukan,” beber Suhainiah.

Dari sejak kejadian, YPA ikut Suhainiah untuk berjualan di sebuah lapak kecil di pinggir jalan. Ibu dua anak ini mengaku sudah menganggap YPA seperti anaknya sendiri. (lya)