Satu Miliar Untuk Satu Korban

Satu korban AirAsia yang ditemukan Basarnas, berjenis kelamin laki-laki. Foto: dok
Proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 di Pangkalan Bun, Rabu (31/12). FOTO: YANUAR/AFP
Proses evakuasi korban AirAsia QZ8501 di Pangkalan Bun, Rabu (31/12). FOTO: YANUAR/AFP

POJOKSATU – Meski terbang dengan rute bodong, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan setiap penumpang AirAsia QZ8501 akan mendapat klaim asuransi. Nilainya minimal Rp 1,25 miliar.

Pernyataan ini disampaikan Kepala Eksekutif Pengawas Industri Non-Bank OJK, Firdaus Djaelani seiring berkembangnya informasi yang menyebutkan klaim asuransi tidak akan dibayarkan lantaran izin terbang AirAsia bermasalah.

Firdaus memastikan, izin rute penerbangan tidak ada hubungannya dengan penumpang. Mau penyebabnya kelalaian pilot atau apapun penyebab kecelakaan, penumpang tidak salah. Penumpang tetap berhak mendapatkan penggantian sesuai ketentuan yang berlaku,” kata Firdaus, di kantornya, kemarin.

Mengenai biaya santunan korban, Firdaus mengatakan bahwa masing-masing keluarga korban akan mendapat kompensasi minimal Rp 1,25 miliar, sesuai dengan Permenhub. Dalam peraturan itu disebutkan penumpang pesawat berhak mendapatkan santunan maksimal Rp 1,25 miliar jika kondisinya meninggal atau cacat total. Ada tiga perusahaan yang berkewajiban untuk mencairkan klaim asuransi, yakni PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo), asuransi Sinarmas dan asuransi Dayin Mitra.


Firdaus menjelaskan, dari 125 penumpang, sebanyak 25 penumpang juga membeli asuransi tambahan dari PT Asuransi Dayin Mitra. Rinciannya, 10 penumpang mengambil asuransi untuk sekali penerbangan, dan sisanya sebanyak 15 orang untuk pulang pergi. Bagi 10 penumpang itu akan mendapatkan santunan tambahan Rp 315 juta per orang, sedangkan untuk 15 orang lainnya masing-masing Rp 750 juta.

Saat ini, lanjut Firdaus, perusahaan asuransi itu tengah mengidentifikasi keluarga para korban dengan melibatkan notaris dan pemerintahan daerah. Rencananya, klaim akan dibayarkan ke keluarga korban akhir bulan ini.  Jadi ketika evakuasi sudah selesai, tidak lama untuk membayar korban,” ujarnya.

Selain asuransi untuk penumpang, pihak AirAsia juga mendapatkan perlindungan asuransi kerugian atas badan dan mesin pesawat, serta pihak ketiga yang terkait, baik barang maupun jiwa. Untuk badan dan mesin pesawat, serta pihak ketiga, asuransi akan diberikan, namun terlebih dahulu akan dilakukan penilaian oleh pihak lessor dari Airasia dan penilai dari perusahaan asuransi.(rmol)