Menteri Jonan dan Bos AirAsia Saling Serang

Pesawat AirAsia. Foto: Int
Pesawat AirAsia. Foto: Int
Pesawat AirAsia

POJOKSATU – Menteri Perhubungan Ignasius Jonan telah membekukan izin terbang AirAsia rute Surabaya-Malaysia. Mantan Dirut PT KAI itu mengaku sudah berbicara dengan CEO AirAsia Tony Fernandez. “Dia (Tony Fernandez) mengakui kesalahannya karena tidak ada izin rute. Kalau salah ya salah aja,” ujar Jonan.

Setelah mengakui adanya kesalahan, lanjut Jonan, AirAsia tetap berharap dapat rute Surabaya-Singapura. Menurutnya, AirAsia akan kembali mengajukan izin rute kepada Kemenhub setelah investigasi kecelakaan AirAsia QZ 8501 selesai. “Ya dia terima ini (rute) dibekukan. Tapi, dia berharap nanti akan diajukan kembali,” kata Jonan.

Namun, pernyataan Jonan yang terkesan menyudutkan AirAsia, dibantah Tony Fernandez. Tony mengklaim AirAsia Indonesia mempunyai hak untuk menyelenggarakan penerbangan dengan rute Surabaya-Singapura.

“Kami memiliki hak untuk terbang di rute itu sebanyak tujuh kali seminggu,” tegas Tony Fernandes dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan.


Menurut Tony, AirAsia telah mengantongi persetujuan dan slot waktu penerbangan baik dari otoritas penerbangan di Indonesia maupun di Singapura. Ia mengatakan, apa yang terjadi hanyalah masalah administrasi.

“Kami merekomendasikan sistem komputerisasi yang terintegrasi di dalam otoritas penerbangan di Indonesia, seperti yang dimiliki di Singapura,” imbuhnya.

Menurut dia, dengan menggunakan sistem komputerisasi yang terintegrasi tersebut, semua pihak akan berada di halaman yang sama saat mengurus perizinan.

Pernyataan ini tentu saja menyiratkan bahwa sistem penerbangan di Singapura jauh lebih baik ketimbang di Indonesia. Karena itu, AirAsia berharap sistem penerbangan di Indonesia harus dibenahi, dan tentu saja itu tugas Kemenhub di bawah pimpinan Jonan.

Komentar Tony ini sekaligus memperkuat pernyataan The Civil Aviation Authority of Singapore (CAAS) yang menyebutkan bahwa pesawat AirAsia QZ 8501 memiliki jadwal melakukan penerbangan dari Surabaya ke Singapura pada Minggu (28/12/2014).

Menurut otoritas penerbangan sipil pemerintah negara kota tersebut, perizinan rute Bandara Juanda Surabaya Indonesia ke Bandara Changi Singapura merupakan kesepakatan kedua negara (Indonesia dan Singapura).

“Melalui persetujuan otoritas kedua negara, AirAsia perwakilan Indonesia boleh melakukan penerbangan Surabaya-Singapura setiap hari. Jadwalnya, tiba di Bandara Changi pada 08.30 dan berangkat ke Surabaya pada 14.10 per hari,” begitu pernyataan resmi CAAS.

CAAS menegaskan, persetujuan Indonesia-Singapura terhadap jadwal penerbangan tersebut diberlakukan sejak 26 Oktober 2014 sampai 6 Maret 2015. “Dengan demikian, penerbangan AirAsia QZ 8501 pada Minggu (28/12/2014), telah disetujui karena ada hak lalu lintas udara yang tertera dalam perjanjian layanan udara bilateral dan slot di Bandara Changi yang tersedia,” tandasnya. (one)