Lokasi Penemuan Ekor AirAsia Dikepung 12 Kapal

Inilah ekor AirAsia yang ditemukan di dasar laut
Inilah ekor AirAsia yang ditemukan di dasar laut
Inilah ekor AirAsia yang ditemukan di dasar laut

POJOKSATU – Badan SAR Nasional (Basarnas) mengerahkan kekuatan penuh untuk mengepung lokasi dimana ekor pesawat AirAsia QZ 8501 ditemukan. Tidak tanggung-tanggung, 12 kapal dikerahkan untuk mengepung lokasi tersebut, termasuk 4 KRI, Kapal Baruna Jaya I, dan Kapal Basarnas.

Ke-12 kapal itu mengelilingi area 2×2 km persegi ini dengan melego jangkar. Area pencarian juga sudah disterilkan. Ekor pesawat ditemukan di koordinat 03.3839S (Lintang Selatan) dan 109.4343E (Bujur Timur) kini ditandai dengan bola apung berdiameter 1 meter warna oranye.

Sebelumnya 2 penyelam mengkonfirmasi benda-benda di bawah permukaan laut yang ditemukan sonar dan multi beam echo sounder Kapal MGS GeoSurvey. Benda itu berdimensi panjang 10 meter, lebar 5 meter, dan tinggi 3 meter. Posisinya berbentuk seperti kubus menghunjam ke dasar laut dan berada di kedalaman 25-34 meter di perairan Selat Karimata.

Kepala Basarnas Marsekal Madya FHB Soelistyo memaparkan foto-foto dan mengkonfirmasikan bahwa yang ditemukan Kapal MGS GeoSurvey adalah ekor pesawat. Ada tulisan bagian nomor registrasi ‘-AX’ dan ‘Air’.


“Ini kesuksesan tersendiri karena menjadi sasaran pokok sejak kemarin dan hari ini. Bagian ekor sudah dikonfirm dan ditemukan,” tandasnya.

Penemuan ekor pesawat ini merupakan hal yang sangat penting, mengingat di posisi inilah Black Box terletak. Namun belum bisa dipastikan apakah Black Box yang berwarna oranye itu masih berada di posisi semestinya. Diketahui, sinyal Kotak Hitam hanya bekerja selama 30 hari sejak take off. (one)