Gelombang Tinggi, Ratusan Nelayan Makassar Menganggur

Ilustrasi gelombang tinggi.
Ilustrasi gelombang tinggi.
Ilustrasi gelombang tinggi.

POJOKSATU – Cuaca ekstrem yang terjadi beberapa hari terakhir di wilayah Makassar dan sekitarnya, membuat ratusan nelayan di Kelurahaan Barombong, Kota Makassar, terpaksa menganggur.

Pantauan Pojok Satu, ratusan kapal nelayan hanya bersandar di bibir pantai Barombong, para nelayan memilih istrahat di rumah atau sekadar memperbaiki jaring perlengkapan melaut.

Lurah Barombong, Muh Rezha yang juga nelayan mencatat ada 470 warganya sebagai nelayan tak berani melaut. Hujan dan angin kencang yang intens setiap harinya menjadi alasan nelayan menurinkan niatnya melaut.

“Sudah sepekan ini kami tidak melaut, kami khawatir kapal kami tidak mampu menahan hempasan ombak dan gelombang tinggi tersebut,“ ujarnya kepada Pojok Satu, Rabu (7/1).


Ratusan nelayan menganngur inipun berdampak langsung dengan kondisi ekonominya. Pasalnya para nelayan yang mengantungkan nasibnya di laut tak memiliki lagi pengasilan. “Mau tak mau kami berhutang dulu untuk menutupikebutuhan kami. Kami harapkan pemerintah juga memperhatikan kami,“ harapnya.

Sebelumnya Badan Meterologi Kilamatologi dan Geofisika (BMKG) Makassar mencatat ketinggian  gelombang di perairan Makassar mencapai 2,5-3 meter. Sedangkan kecepatan angin berada di kisaran 20 knot. Dan diperkirakaran cuaca yang dgolongkan cukup berbahaya ini akan berlangsung sampai awal Februari.(ure)