Tarif Angkot di Makassar Belum Turun

Ilustrasi: Angkot (pete-pete) Makassar.
Ilustrasi: Angkot (pete-pete) Makassar.
Ilustrasi: Angkot (pete-pete) Makassar.

POJOKSATU – Penurunan harga BBM bersubsidi 1 Januari lalu, tidak dibarengi dengan turunnya tarif angkutan kota (angkot) di Kota Makassar. Hingga kini sopir pete-pete (sebutan angkot di Makassar) masih menggunakan tarif lama, ketika harga BBM naik.

“Tarif anggkutan tetap Rp5.000. Kami sulit menurunkan karena  biaya onderdil kendaraan yang mengalami kenaikan dan harga kebutuhan lainnya juga belum turun,“ kata Seksertasris Organda Sulsel, Darwis Rahim kepada pojoksatu.id.

Diakui Darwis tarif ini sifatnya memang belum tetap,  pihaknya masih menunggu perkembangan hasil rapat antara Organda dengan Dinas Perhubungan Sulsel.

“Boleh saja harga BBM berubah setiap bulan, tapi tidak gampang kalau bicara tarif angkot,“ ujarnya.


Ketika harga BBM jenis premenium sebesar Rp6.500, tarif angkot di Makassar Rp.4.000. Lalu premenium naik Rp8.500 tarif angkot menjadi Rp5.000. Namun setelah harga BBM turun dari  Rp8.500 menjadi Rp7.600, tarif angkot tetap Rp5.000.(ure)