Ratusan TKI Dijual Seperti Barang Dagangan

tki bermasalah
Ilustrasi TKI

005535_278312_TKI_di_Jeddah__________________________HL_1POJOKSATU – Cerita pilu tentang tenaga kerja Indonesia (TKI) tak pernah ada habisnya. Kasus yang menimpa para pahlawan devisa itu bermacam-macam, mulai dari penyiksaan, pemerkosaan, gaji tak dibayar, hingga pembunuhan.

Banyaknya kasus yang dialami ribuan TKI di luar negeri, khususnya di Timur Tengah, membuat Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Nusron Wahid, tak tinggal diam. Ketua Umum GP Anshor itu bertekad memberantas TKI ilegal.

Menurut dia, TKI ilegal menjadi salah satu sumber masalah TKI di Timur Tengah. Dia mengaku pernah melihat TKI ilegal diperdagangkan seperti barang di Timur Tengah.

“Saat berkunjung ke negara Timur Tengah, saya melihat 189 orang TKI bermasalah terdampar di shelter seperti aquarium, di mana para TKI itu, maaf, diperjualbelikan, layaknya barang dagangan yang nantinya akan dibeli oleh orang yang membutuhkan tenaga kerjanya,” kata Nusron di kantornya Jl MT Haryono, Jakarta Timur, Selasa (6/1/2015).


Menurut Nusron, para TKI ini dijual sekitar 14.500 dirham sampai 17.000 dirham oleh para penyalur tenaga kerja di Timur Tengah. Sedangkan dari para penyalur TKI ilegal, dijual dengan harga jauh lebih rendah.

Nusron menjelaskan, tenaga kerja di luar negeri juga banyak yang hanya mendapat bayaran atau gaji rendah sekitar 800 riyal sampai 1.000 riyal (kisaran Rp2-3 juta), bahkan ada beberapa tenaga kerja yang gajinya macet alias tidak dibayarkan.

Nusron bertekad memberantas TKI ilegal ini dan berharap bisa memulangkan para TKI ilegal ke Indonesia untuk mendapatkan pelatihan. “Setelah mendapatkan pelatihan, para TKI ilegal ini bisa kembali ke luar negeri dengan penyalur tenaga kerja yang baik,” pungkas Nusron. (one)