“Kalau AirAsia Salah, Ya Salah Aja”

ilustrasi
ilustrasi
Pesawat AirAsia

POJOKSATU – Pesawat AirAsia QZ 8501 rute Surabaya-Singapura terbang ilegal. Maskapai murah itu terbang di hari Minggu, sementara izin yang diberikan kepada AirAsia tidak ada jadwal penerbangan di hari Minggu,

Kementerian Perhubungan mengatakan, jadwal penerbangan AirAsia rute Surabaya-Singapura yakni hari Senin, Selasa, Kamis dan Sabtu.

Pelanggaran jadwal terbang AirAsia itu, membuat Menteri Perhubungan Ignasius Jonan marah. Mantan Dirut PT KAI itu langsung membekukan sementara rute penerbangan Surabaya-Singapura (PP) milik Indonesia AirAsia.

Jonan sempat menjadi perbincangan di media sosial setelah mengeluarkan kebijakan tersebut. Namun, Jonan mengaku tidak ada yang meneleponnya menyampaikan kritik atas putusan itu. “Tidak ada yang telepon saya, yang telepon cuma Pak Djoko (Plt Dirjen Perhubungan Udara),” ujar Jonan di kantornya, Selasa (6/1).


Jonan menegaskan bahwa AirAsia melakukan pelanggaran dengan mengubah slot penerbangan di luar izin yang diberikan. Ia mengaku sudah menyampaikan hal tersebut secara langsung kepada CEO AirAsia Tony Fernandes. “Saya kirim email. Kalau salah, salah saja. Ini bukan anak kecil, ini bisnis yang tanggung jawabnya besar sekali,” tegasnya.

Staf Khusus Menteri Perhubungan Hadi M. Djuraid menambahkan, ada alasan kuat di balik cepatnya penetapan pelanggaran izin rute untuk AirAsia QZ 8501. “Ada penerbangan di luar jadwal. Ini runyam. Tidak bertindak cepat dianggap lelet, bertindak cepat dianggap lebay,” jelas dia.

Hadi menambahkan, Kemenhub tidak akan menolerir pelanggaran terkait regulasi hingga prosedur. Ia  juga menegaskan, Menteri Jonan tidak akan pandang bulu terkait pelanggaran regulasi hingga prosedur transportasi. “Menhub tidak akan melindungi dan menutupi siapa yang terlibat,” tegas Hadi. (one)