Jembatan Senilai Rp 750 Miliar, Hanya Bisa Dilalui Motor

POJOKSATU – Jembatan Padamaran I dan II di kabupaten Rokan Hilir, Pekanbaru dibangun dengan anggaran sekitar Rp 750 miliar. Namun, jembatan ini hanya bisa dilalui oleh sepeda motor dan mobil kecil dengan beban ringan.

Jalan yang berada di sekitaran jembatan juga tidak bisa digunakan maksimal karena jalan belum dibangun dengan baik oleh pemerintah setempat, membuat jalan dan jembatan ini tidak bisa dilalui oleh mobil dengan muatan yang besar. Jembatan Padamaran I dengan II memiliki jarak sekitar 3 kilometer. Dalam perencanaannya, jembatan tersebut dimaksudkan untuk membuka daerah terisolir di Rokan Hilir.

Mantan Bendahara Dinas Pembangunan Umum (PU) Rohil Manan ketika dipanggil Kejati Riau pada Selasa (6/1/2015), mengatakan jalan dan jembatan Padamaran I dan II di kabupaten Rokan Hilir hanya bisa dilalui sepeda motor dan mobil ringan saja. Sebab jalan sesudah jembatan belum dibangun dengan baik, sehingga tak bisa dilalui mobil dengan beban besar.

“Dengan kondisi yang sekarang, dimana jalan sesudah jembatan belum dibangun dengan baik, fungsi itu tak berjalan maksimal. Hanya sepeda motor saja yang bisa melaluinya,” Ungkap Manan.


Manan juga membantah kalau jembatan tersebut hanya 65 persen selesai dibangun dan mengklarifikasi bahwa jembatan yang dikerjakan PT Waskita itu sudah 100 persen dibangun.

“Selesai dibangun kok. Pada tahun 2008 saya masih menjabat bendahara. Setiap tahun dianggarkan dan jembatan itu selesai dengan baik,” tutur Manan.

Manan tak tahu-menahu tentang penambahan anggaran jembatan pada tahun 2012 dan 2013 karena dirinya sudah tak menjabat ditahun tersebut.  Anggaran pembuatan jembatan ini diduga merugikan negara sebanyak Rp 250 miliar.

Manan dipanggil penyidik bersama mantan Kadis PU Rokan Hilir Arsyad Rahim, Feri sebagai anggota lelang jembatan dan Gotri sebagai tim pemeriksa pekerjaan jembatan untuk diperiksa sebagai saksi. Ia dan rekannya datang ke kejaksaan sejak pukul 08.30 WIB kemarin, namun hingga pukul 11.30 WIB, jaksa yang memanggilnya tak kunjung datang.

Mantan Kadis PU Rokan Hilir Arsyad Rahim sudah diperiksa lebih dulu oleh jaksa bernama Zulkifli, namun Manan diminta menunggu kabar untuk pemeriksaan selanjutnya. Arsyad terlihat datang memakai baju warna gelap dan celana hitam. Begitu keluar dari ruang pemeriksaan, Arsyad langsung pergi meninggalkan Kejati Riau.

Mantan Kadis PU Ibus Kasri bersama beberapa mantan Kadis PU lainnya, telah ditetapkan oleh Kejati Riau menjadi tersangka. (zul)