Hutan Kota Bogor, Tempat Koridor Migrasi Burung

Foto: Istimewa, dari berbagai sumber
Foto: Istimewa, dari berbagai sumber
Kebun Raya Bogor. Foto: Istimewa, dari berbagai sumber

POJOKSATU – Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat kini menambah luasan ruang terbuka hijau (RTH) yang belum terpenuhi 30 persen dengan menciptakan hutan kota di Kecamatan Tanah Sareal, tepatnya di Jalan Jendral Ahmad Yani.

Irwan Riyanto selaku Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor pada Selasa (6/1/2014), menjelaskan hutan kota dibangun di area seluas sekitar 1,2 hektare, dengan menggunakan dana bantuan dari Provinsi Jawa Barat sebesar Rp1,5 miliar. Proses pembangunan hutan kota telah dilakukan sejak September 2014, hingga kini pengerjaannya sudah sampai tahap finalisasi dan hampir rampung.

“Insyaalah, tahun ini hutan kota selesai pembangunannya,” kata Irwan.

Selain ditanami ratusan pohon, hutan kota juga dilengkapi fasilitas seperti jalan setapak, tempat duduk, serta beberapa fasilitas bermain untuk anak-anak seperti perosotan.


“Sehingga masyarakat bisa menikmati suasana sejuk di bawah pepohonan yang rindang, juga dapat dimanfaatkan sebagai taman bersantai dan bermain anak-anak,” tambah Irwan.

Dipilihnya kawasan Jalan Ahmad Yani sebagai hutan kota karena di daerah tersebut sudah ditanami banyak pohon yang hingga kini masih terawat. Selain itu, lokasi tersebut sangat cocok dijadikan sebagai koridor burung yang migrasinya di Kota Bogor sudah mulai hilang.

“Kebun Raya Bogor menjadi rumah yang nyaman bagi berbagai jenis burung, khususnya burung-burung dataran rendah di Pulau Jawa dan sebagian burung pegunungan. Sekitar tahun 1930, jumlah buruh yang ada di wilayah Kota Bogor sekitar 150 jenis,” Jelas Staf humas Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, Tri Susanti.

Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Bogor berkoordinasi dengan Perhimpunan Pelestarian Burung Liar Indonesia, untuk merekomendasikan jenis pohon apa saja yang dapat dijadikan rumah bagi para burung dan menjadikan hutan kota sebagai habitat burung. (zul)