Bapak Gugat Anak Rp8,7 Miliar

NGAMUK : Daniel Sendjaja berteriak  di PN Cianjur, tak terima atas tuntutan perdata sebesar Rp8.077.073.000 oleh ayahnya sendiri, Joseph Sendjaja.
NGAMUK : Daniel Sendjaja berteriak di PN Cianjur, tak terima atas tuntutan perdata sebesar Rp8.077.073.000 oleh ayahnya sendiri, Joseph Sendjaja. foto : guruh

POJOKSATU-Ada pepatah ‘kasih anak sepanjang galah, kasih orangtua sepanjang jaman’ memang tak terbantahkan. Namun hal itu tidak berlaku untuk kasus yang dialami Daniel Sendjaja yang dituntut secara perdata sebesar Rp8.077.073.000 oleh ayahnya sendiri, Joseph Sendjaja.
Dalam kasus tersebut, Daniel diputus bersalah hingga tuntutan Kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Akibatnya, Daniel harus merelakan harta benda hasil jerih payahnya sendiri untuk dilelang Pengadilan Negeri Cianjur, Selasa (hari ini,red).
Peristiwa pilu Daniel ini bermula ketika ia diminta oleh sang ayah pada 2005 untuk mengelola keuangan PT Mekar Leo yang bergerak di bidang distribusi gas elpiji 12 kg dengan sebuah surat kuasa. Dalam surat kuasa itu pula, sang ayah pun telah juga menguasakan rekening pribadinya yang juga digunakan untuk kepentingan PT Mekar Leo.
Dalam perjalanannya, tepatnya pada 2010, Joseph pun menuduh anak bungsunya itu telah menggelapkan uang perusahaan. Untuk itu, ia pun melayangkan gugatan kepada Daniel dengan sangkaan melawan hukum yang menyebabkan kerugian keuangan PT Mekar Leo sebesar Rp8.077.073.000.
Bukti yang diajukan Joseph ketika itu adalah buku rekening atas namanya sendiri tertanggal sejak Januari 2008 hingga Januari 2009. Selain itu, Joseph yang kini sudah berusia 72 tahun itu juga menyertakan Laporan Keuangan yang Disepakati atas nama PT Mekar Leo yang disebutnya sebagai hasil audit keuangan PT Mekar Leo.
Akhirnya, Daniel pun diputus bersalah dan diwajibkan mengembalikan semua kerugian PT Mekar Leo. Karena tidak memiliki uang sebesar itu, maka harta bendanya pun harus dilelang sebagai gantinya.
“Saya berani bersumpah kalau saya tidak pernah mengambil sepeser pun dari uang PT Mekar Leo. Itu sebabnya sekarang saya melawan dan mengajukan gugatan balik kepada Joseph,” terang dia ditemui di Pengadilan Negeri Cianjur, Jalan Dr Muwardi (By Pass) Cianjur, Senin (5/1) kemarin.
Dalam sidang yang dipimpin oleh hakim ketua Sayeed Tarmidzi itu sendiri akhirnya tidak dihadiri oleh baik Joseph ataupun pengacaranya. Sehingga sidang pun akhirnya harus ditunda hingga 26 Januari mendatang.
“Karena kita sudah menunggu sampai jam 13.30 WIB dan pihak terlapor tidak hadir, maka sidang harus ditunda,” putus Sayeed.
Mengetauhui sidang harus ditunda hingga tiga minggu mendatang itu, Daniel yang keluar dari ruang sidang Cakra pun langsung tidak bisa menahan diri. Di seberang ruang sidang yang pada lantai dua itu terdapat ruang Kepala PN Cianjur, Daniel pun histeris.
Ia pun langsung menumpahkan uneg-unegnya. Ia meyakini, segala tuduhan dan sangkaan yang ditudingkan kepadanya itu sepenuhnya tidak benar dan menduga kuat terkesan mengada-ada untuk sengaja menempatkan dirinya sebagai pihak yang bersalah.
“Saya menuntut keadilan. Apakah hukum ini hanya milik orang kaya dan berduit saja. Ini bagaimana bisa mengeluarkan putusan aneh seperti ini. Saya ini orang miskin dan tidak punya apa-apa dan besok harta saya akan dilelang. Bagaimana nasib saya dan saya memohon pertolongan dan menuntut keadilan,” teriak Daniel yang otomatis memantik perhatian segenap orang yang ada di PN Cianjur kala itu.
Menurut pengacara Daniel, Minola Sebayang, sudah sejak awal kasus yang membelit kliennya itu adalah salah. Sehingga, sudah seharusnya, semua putusan dan proses peradilannya pun patut dipertanyakan.
“Seharusnya PN Cianjur tidak perlu meneruskan kasus ini. Ada dua hal yang bisa membuat PN Cianjur tidak perlu menerima perkara tersebut. Pertama, penggugat tidak memiliki legal standing dalam gugatannya. Kedua, hasil audit yang dijadikan bukti penggugat tidak bisa dijadikan bukti hukum karena itu sebenarnya bukan hasil audit keuangan melainkan Laporan Keuangan yang Disepakati. Dan itu tidak bisa dijadikan bukti, apalagi di persidangan,” terang kuasa hukum Daniel, Minola Sebayang didampingi Herna Sutana ketika ditemui di PN Cianjur.
Pengacara kondang yang biasa mendampingi artis itu menambahkan, gugatan balik kliennya di PN Cianjur itu adalah usaha perlawanan gugatan perdata yang dimenangkan Joseph sebelumnya. pasalnya PN Cianjur segera akan menyita dan melelang aset-aset pribadi milik Daniel meski menurut Minola, kemenangan gugatan Joseph tersebut diduga tanpa bukti kuat yang mendukung sesuai dengan ketentuan.
“Awalnya Joseph sebagai pengurus PT Mekar Leo memberikan kuasa secara pribadi kepada Daniel untuk menjalankan perusahaan dalam waktu tertentu. Namun setelah dijalankan dan hasil usahanya diserahkan semuanya, tiba-tiba yang bersangkutan mencurigai anaknya tanpa dasar dan dicabut kuasanya agar tidak lagi mengurus perusahaan. Awalnya Daniel tidak mempermasalahkan hal tersebut. Yang jadi masalah adalah, klien kami dituding merugikan perusahaan. Anehnya, Rp Rp8.077.073.000 itu dari mana? Sementara saldo rekening Joseph itu cuma Rp90 juta saja kok,” papar Minola.
Selain tidak pernah mengambil sepeser pun uang PT Mekar Leo, semua keuntungan perusahaan itu pun sebenarnya sudah diberikan kepada Joseph hingga bisa membeli apartemen di Singapura. Di sisi lain, Daniel sendiri tidak pernah mengambil keuntungan.
Joseph pun mengajukan gugatan perdata meski kekuatan hukumnya dipertanyakan dan diragukan. Sebab, gugatannya dilakukan secara pribadi dan objek gugatannya itu atas kerugian perusahaan. Sedangkan rekening dan kuasa hukum juga atas nama pribadi.
“Kalau objek gugatan harta kekayaan perusahaan, pihak yang memiliki hak untuk menggugat itu ya direktur utama. Ini kok malah terbalik. Yang mengajukan gugatan itu adalah pribadi terhadap anaknya atas kerugian perusahaan semasa keuangan dikuasakan secara pribadi kepada Daniel untuk mengurus perusahaan,” urai Minola.
Minola menambahkan, kerugian perusahaan sebesar Rp8.077.073.000 itu sebenarnya tidak pernah ada meskipun hal itu diajukan sebagai bukti dalam persidangan. Hal itu pun sudah dibuktikan dengan terbitnya surat penghentian penyidikan (SP3) dari Polres Cianjur atas kasus dugaan penggelapan uang yang dilaporkan Joseph terhadap Daniel.
Pelaporan dugaan tindak pidana tersebut dilakukan setelah keluar putusan dari MA itu mengenai gugatan Joseph. Adapun dalam SP3 tersebut terbukti secara uji materi jika Daniel tidak terbukti telah melakukan penggelapan uang PT Mekar Leo tersebut.
“Setelah ditelusuri, hasil audit yang diajukan ke pengadilan itu juga ternyata bukan hasil audit tapi lampiran keuangan yang disusun auditor, di mana yang disusun berdasarkan kesepakatan bersama. Kami juga sudah menyurati Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) dan ternyata yang bisa menggunakan hasil audit yang dipakai sebagai alat bukti untuk menggugat kliaen saya itu hanya pihak yang meminta audit (perusahaan, red). Dan, hasil audit itu hanya digunakan untuk sesuatu yang telah disepakati oleh perusahaan dan yang mengaudit saja. Tidak bisa dipakai untuk persidangan,” jelasnya.
Dihubungi terpisah, Kuasa Hukum Joseph, RTN Butar Butar, membenarkan jika kliennya memang dijadwalkan harus menghadiri sidang perlawanan Daniel di PN Cianjur, kemarin. Namun pihaknya tidak bisa hadir lantaran sedang ke luar kota dan bersamaan dengan persidang lain.
Mengenai perlawanan yang dilakukan Daniel, ia yakin tidak akan merubah keputusan MA yang sifatnya inkcraht. Di samping itu, berdasarkan putusan PN Cianjur No 44/pdt.G/2010/PN.C sudah jelas menyebutkan bahwa bukti yang diajukannya dalam sidang gugatan perdata terhadap Daniel itu sudah terbukti. “Kami menunggu saja panggilan berikutnya,” ujarnya singkat ketika dihubungi melalui sambungan telepon selularnya.(ruh)