Kapolri Jamin Semua Jenazah AirAsia Teridentifikasi

Kapolri Jenderal Sutarman
Kapolri Jenderal Sutarman
Kapolri Jenderal Sutarman

POJOKSATU – Keluarga korban AirAsia QZ8501 sempat syok ketika mendengar kabar bahwa jenazah AirAsia tidak bisa lagi diidentifikasi akibat sidik jarinya rusak terendaman air laut. Namun, kesedihan mereka sedikit terobati karena Kapolri Jenderal Pol Sutarman memastikan semua jenazah yang telah ditemukan bisa diidentifikasi.

“Semua korban yang ditemukan dipastikan bisa diidentifikasi dan diserahkan ke keluarga. Saya garis bawahi lagi, semua korban yang ditemukan dalam bentuk apa pun akan bisa diidentifikasi dan akan diserahkan oleh tim nantinya kepada pihak keluarga,” ujar Kapolri, Senin (5/12/2015).

Kapolri yang didampingi Panglima TNI Jenderal Moeldoko ini menuturkan, tim Disaster and Victim Identification (DVI) memerlukan waktu untuk melakukan identifikasi. “Saya dikejar cepat…cepat. Kalau sidik jari dalam waktu hitungan menit bisa diidentifikasi apalagi sudah terdata di antemortem dan web e-KTP itu dalam waktu hitungan menit,” tambah Sutarman.

Kapolri menjelaskan, apabila tidak ada sidik jari, tentu membutuhkan waktu lama. Kalau mungkin tinggal kerangka, saybutuh waktu sekitar 3 minggu.


Ia menambahkan ada 260 dokter ahli dan bantuan dari negara asing yang bertugas mengidentifikasi. “Tentunya kita akan maksimal berupaya untuk terus bisa menemukan hal-hal yang belum diketemukan baik korban, penumpang, maupun awak dan serpihan. Mudah-mudahan masih ada mukjizat,” harap Sutarman. (one)