Gubernur Aher Minta Rp 300 M, untuk Apa?

201754_501658_Ahmad_Heryawan_ok
Gubernur Jabar Ahmad Heryawan

 

POJOKSATU – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berjanji akan membenahi potensi wisata pantai Puncak Guha, di Kabupaten Garut. Hal ini diyakini mampu menjadikan lokasi tersebut sebagai wisata unggulan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan, pada 2015 ini pihaknya serius melakukan pembenahan terhadap sejumlah lokasi wisata di Jabar, termasuk pantai Puncak Guha. Menurutnya, pantai ini menjadi salah satu destinasi wisata unggulan yang harus dikembangkan.

“Potensi wisata ini baik, kita tata, kita desain semenarik mungkin,” kata Gubernur dalam siaran pers yang diterima Radar Bandung (Grup Pojok Satu).


Heryawan menuturkan, potensi wisata di Garut tesebut masih minim sarana dan prasarana untuk kenyamanan wisatawan.

Dari sisi promosi pun, menurutnya potensi tersebut belum digaungkan secara luas. Pemerintah provinsi maupun Kabupaten Garut, kata Heryawan, akan bersinergi melakukan penataan dan mendesain pantai tersebut.

“Pantai ini saya harapkan harus menjadi pusat rekreasi, karena pantai ini sangat memadai, bagus dan indah untuk dikunjungi,” katanya. Heryawan pun mengungkapkan, pembenahan wisata pantai diawali dengan merancang tempat wisata yang melibatkan ahli pariwisata.

Hal ini penting agar perencanaannya lebih maksimal. “Kita buat rancangannya, kita desain oleh ahli pariwisata,” katanya.

Gubernur juga akan membebaskan lahan milik Pemprov Jabar seluas 11 hektar di sekitar pantai Puncak Guha untuk dijadikan kawasan percontohan wisata pantai yang nyaman.

“Ada lahan milik provinsi sekitar 11 hektaran, lahan itu bisa dibebaskan untuk dibuat kawasan percontohan wisata,” katanya.

Menurut dia, pantai Puncak Guha memiliki keindahan dengan tanjungnya yang menjulang ke laut sehingga wisatawan dapat menikmati pemandangan yang tidak ada di wisata pantai lainnya.

Bahkan, di sekitar pantai itu, terdapat goa kelelawar yang menjadi tontonan menarik bagi wisatawan karena bisa melihat langsung kerumunan kelelawar.

“Goa kelelawar itu menambah keunikan wisata, dibawahnya itu karang dan tembus ke laut,” katanya.

Lebih lanjut Heryawan katakan, untuk menunjang pertumbuhan potensi wisata tersebut, pihaknya mengusulkan bantuan Rp 300 miliar ke pemerintah pusat pada 2015 ini.

Dana tersebut diperlukan untuk perbaikan jalan rusak di sepanjang jalur selatan Jabar. “Jalan ini sekarang mulai dibiayai oleh pemerintah pusat, mudah-mudahan kita minta diangka Rp 300-an miliar lah,” katanya.

Heryawan menuturkan, besaran anggaran yang diusulkan itu diperkirakan cukup untuk perbaikan jalan sepanjang 70 kilometer. Sementara total kerusakan jalan selatan Jabar sendiri, kata Heryawan, diperkirakan sepanjang 60 kilometer.

Dengan begitu, masih terdapat sisa anggaran yang dapat dialokasikan untuk perawatan jalan di jalur itu. “Mungkin yang maih rusak sekitar 60 kilo, yang 60-nya diperbaiki, sisanya untuk perawatan,” katanya.

Heryawan menambahkan, selain diperbaiki pemerintah pusat, pemprov pun pernah mengalokasikan anggaran untuk membangun jalan dari mulai kawasan Sindang Barang sampai Agrabinta di Kabupaten Cianjur.

Namun, jalan yang dibangun provinsi itu, kata Heryawan, sudah hancur kembali akibat lalu lintas truk yang hendak memperbaiki jalan selatan di daerah lain.

“Tahun 2012 jalan yang diperbaiki provinsi mulus, tapi karena tiap hari ada truk yang mengangkut beton untuk perbaikan jalan, jadi rusak juga jalan kita yang dibangun oleh provinsi,” katanya. Selain memperhatikan kondisi jalan, Heryawan berencana melengkapi fasilitas penerangan jalan umum di sepanjang jalur selatan Jabar itu.

Heryawan berharap, setelah diperbaiki, jalan tersebut dapat mendongkrak perekonomian hingga dapat mensejahterakan masyarakat wilayah selatan Jabar, termasuk akses menuju lokasi wisata.

“Ya ini kan jalan yang baru diperbaiki yang sangat signifikan pengaruhnya untuk pembangunan ekonomi kawasan selatan,” katanya. (agp)