Giliran Pilot AirAsia Dirampok

Ilustrasi kecelakaan lalulintas

Ilustrasi kecelakaan lalulintas

POJOKSATU – Petaka beruntun menimpa maskapai AirAsia. Setelah AirAsia QZ 8501 jatuh di perairan Pangkalan Bun pada Minggu (28/12/2014), kemudian sehari kemudian AirAsia mendarat darurat di Filiphina, kini giliran pilot AirAsia menjadi korban perampokan.

Pilot AirAsia bernama Pidonta Pangeran Tarigan dirampok di Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Medan, Minggu (4/1/2015) sekitar pukul 01.00 WIB.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Helfi Assegaf mengatakan, pilot berusia 29 tahun itu mengalami perampokan ketika menaiki becak motor. Pada Minggu dini hari tersebut, becak yang dinaiki korban dipepet dua pelaku menggunakan sepeda motor. Kemudian pelaku merampas tas korban.


Pidonta sempat memberikan perlawanan untuk mempertahankan tas miliknya hingga terjatuh. Namun, tas tersebut lepas dari tangannya dan dirampas pelaku. Akibat tarik-menarik tas itu, korban mengalami luka robek di bagian dahi, serta lecet di bagian pipi dan bibir sehingga harus dijahit.
“Tas korban dirampas. Korban kehilangan paspor, lisensi pilot, iPad, tanda pengenal, dan sejumlah pakaian,” tutur Helfi.

Polsekta Medan Baru segera melakukan penyelidikan setelah menerima informasi mengenai perampokan yang dialami pilot AirAsia tersebut. “Kini, kasus itu sedang ditangani Polsekta Medan Baru,” katanya. (one)