Penerbangan Liar AirAsia Disorot Dunia

airasia1
AirAsia

POJOKSATU – Di tengah upaya dan pencarian korban dan bangkai pesawat AirAsia QZ8501, persoalan yang berkaitan dengan pelanggaran jadwal penerbangan atau penerbangan liar yang dilakukan pesawat naas itu mencuri perhatian.

Bukan hanya publik dan media di dalam negeri yang membicarakan. Berbagai media outlet luar negeri yang mengikuti dari dekat proses pencarian dan penyelamatan pesawat yang mengalami kecelakaan pada hari Minggu pekan lalu (28/12) itu juga ikut mengangkat isu pelanggaran jadwal penerbangan itu.

Baik CEO AirAsia Tony Fernandes maupun CEO AirAsia Indonesia Sunu Widyatmoko tadinya sepakat untuk sama-sama mengunci mulut mereka dan tidak memberikan jawaban untuk pertanyaan itu.

Tetapi seperti dikutip dari Wall Street Journal hari Sabtu, Sunu akhirnya buka mulut. Dalam pernyataan yang cukup singkat dia menggucapkan kata evaluasi sebanyak empat kali.


Dia membenarkan bahwa pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perhubungan membekukan penerbangan AirAsia dari Surabaya menuju Singapura dan sebaliknya. Tindakan ini akan diikuti oleh evaluasi yang dilakukan pemerintah.

Manajemen AirAsia, kata dia, akan bekerjasama penuh dalam proses evaluasi itu.

Karena itu, sambungnya, manajemen AirAsia tidak akan memberikan pernyataan mengenai evaluasi itu sampai evaluasi selesai dilakukan.

Pakar komunikasi krisis Tom Evrard dari FTI Strategic Communication berusaha memahami mengapa AirAsia dan khususnya Tony Fernandes yang sebelumnya dikenal rajin memberikan keterangan melalui akun Twitter pribadinya mendadak bungkam seribu bahasa.

Mungkin, sebut Evrard seperti dikutip WSJ, AirAsia sedang berusaha mengumpulkan informasi yang lengkap dan akurat mengenai hal ini.

Mungkin, tidak mengatakan apapun sampai semua data yang dibutuhkan  terkumpul adalah keputusan yang benar.

Tetapi, AirAsia seharusnya mengumpulkan semua informasi mengenai persoalan yang tidak sepele ini dalam waktu secepat mungkin.

“Anda harus berjalan di atas jalanan sebagai tambahan untuk apa yang Anda katakan sedang Anda lakukan,” ujarnya. (dem/rmo/jpnn)