Oknum Polri Terlibat Perampokan Sadis

ilustrasi perampokan
ilustrasi perampokan
ilustrasi perampokan
ilustrasi perampokan

POJOKSATU – Perampokan sadis dengan menggunakan senjata api terjadi di kawasan Helvetia Tengah, Medan Helvetia. Perampokan tersebut menimpa Susyanto (39), warga Jalan Gaperta Ujung Gang Pribadi 2 No. 16, Medan Helvetia.

Rumah korban disatroni empat kawanan perampok bersenjata api dan disebut-sebut salah satu pelakunya oknum anggota Polri. Korban kritis dan sempat dirawat di RSU Sari Mutiara lantaran ditembak pelaku pada paha kiri hingga tembus ke bokong. Pelaku kemudian membawa kabur uang dan perhiasan milik korban yang berjumlah jutaan rupiah.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Sumut Pos (Grup Pojoksatu), peristiwa itu terjadi saat korban bersama istri dan kedua anaknya sedang santai di rumah sambil menonton televisi.

Dalam kondisi hujan gerimis, tiba-tiba seorang pelaku diduga dikenal korban mengetuk pintu depan rumah. Kedatangan pelaku ke rumah korban lantaran ingin meminjam celana karena basah akibat terkena hujan.


Lantaran korban mengenal seorang pelaku tersebut, korban pun percaya dan memberikan celananya untuk dipakaikan. Tanpa menaruh curiga, korban mempersilahkan kepada pelaku untuk menggantinya di kamar mandi.

Ternyata, bukan hanya sebatas mengganti celana, pelaku malah membuka pintu belakang rumah korban agar tiga rekannya bisa masuk.

Setelah itu, keempat pelaku merangsek masuk ke ruang tamu. Di situ, para pelaku bertemu korban hingga mereka pun berkelahi. Nahas bagi korban, pelaku menembak paha kiri hingga tembus ke bokong.

Korban pun tergelatak di lantai rumahnya, sementara istri dan kedua anaknya disekap pelaku.

Begitu menguasai situasi, pelaku langsung mengambil uang sebesar Rp4,5 juta dan perhiasan emas senilai Rp5,4 juta. Selanjutnya pelaku melarikan diri.

Menurut sumber di kepolisian menyebutkan, aksi perampokan sadis ini melibatkan oknum Polri yang bertugas di Polda Sumut dan Polres Deliserdang. Sayangnya, sumber tersebut enggan membeberkan siapa oknum polisi itu.

Izul tetangga korban yang ditemui Sumut Pos tak menampik peristiwa perampokan tersebut. Ia menyebut, rumah korban persis terletak di ujung Gang Pribadi 2 dan sunyi dari aktivitas. Namun sayangnya, Izul tak mengetahui banyak kejadian perampokan itu lantaran dirinya sudah tertidur lelap usai berkeliling merayakan malam pergantian tahun.

“Kejadian persisnya saya kurang tahu, karena kami sekeluarga sudah tidur lelap habis keliling malam tahun baru. Tapi, kami sempat dengar ada suara jeritan,” ungkap Izul bersama istrinya.

Izul mengaku, korban merupakan penduduk yang baru tinggal di rumah tersebut. “Baru 3 bulan dia sewa rumah itu. Setahu kami dia itu kerja jadi TKI di Malaysia, tapi kami kurang tahu juga sudah berapa lama,” tuturnya. (ris/sumutpos/jpnn)