Marahi Manajemen AirAsia, Menteri Jonan Dibela

Igansius Jonan
Igansius Jonan
Igansius Jonan

POJOKSATU – Aksi Menteri Perhubungan (Menhub) Ignasius Jonan sempat membuat heboh lantaran sempat memarahi petugas saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke kantor AirAsia di Bandara Soekarno Hatta pada Jumat (2/1) lalu. Aksi Jonan tersebut menuai protes dari sejumlah pilot dengan menulis surat terbuka.

Menanggapi aksi tersebut, Staf Khusus Menteri Perhubungan, Hadi M Djuraid melakukan pembelaan. Menurutnya, apa yang disampaikan Jonan tidak seperti yang diberitakan sebelumnya. Pertama dikabarkan Menhub Jonan datang ke AirAsia dan marah besar kepada manajemen perusahaan tersebut karena laporan cuaca yang tidak diambil di briefing office, tapi malah mengambil dari internet.

“Itu tidak benar, yang dipersoalkan Menhub adalah apakah ada briefing langsung dari Flight Operation Officer (FOO) atau Flight Dispatcher kepada pilot tentang informasi cuaca,” ujar Hadi dalam siaran persnya, Minggu (4/1).

Sesuai ketentuan, lanjutnya, laporan cuaca harus berasal dari BMKG. Menhub tidak mempersoalkan apakah laporan itu diambil secara fisik atau melalui website. Yang ditekankan oleh Menhub adalah pentingnya Pilot mendapatkan briefing langsung dari FOO.


“Mengapa? Briefing langsung perlu dilakukan supaya ada pembicaraan dan diskusi antara FOO dan Pilot, terkait dengan penerbangan yang akan dijalankan. Termasuk tentang cuaca. Jika dari laporan cuaca terdapat situasi tertentu yang harus dicermati, FOO bisa memberi saran tentang rute atau ketinggian yang harus dilewati. Ada partner diskusi yang memungkinkan Pilot mendapatkan informasi lebih untuh sebagai bahan mengambil keputusan. Itu demi keselamatan penerbangan,” katanya.

Kedua, kabar mengenai Jonan yang mendamprat pilot karena mengambil informasi cuaca dari internet. Hadi pun membantah kabar tersebut. Dalam kaitan dengan keharusan briefing FOO-Pilot, penekanan diberikan kepada maskapai, bukan pilot.

“Tidak benar dan tidak ada fakta bahwa Menhub Ignasius Jonan mendamprat Pilot karena mengambil informasi cuaca dari internet. Maskapai harus memiliki sistem dan prosedur yang memungkinkan berlangsungnya briefing tersebut. Jika masalahnya jumlah FOO terbatas dan tidak mungkin melayani seluruh penerbangan, bisa kelelahan, dan sebagainya, menjadi kewajiban maskapai untuk menambah jumlah FOO,” tandasnya.

“Kami mengapresiasi isi surat (dari pilot) tersebut, dan mengucapkan terima kasih atas waktu yang telah diluangkan untuk menulis dan menginformasikannya kepada publik. Namun, untuk memenuhi hak publik atas informasi yang utuh, jelas, dan benar, kami merasa perlu untuk meluruskan dan menjelaskan sejumlah hal,” imbuh dia. (chi/jpnn)