Basarnas Pesimis Temukan Sisa Korban AirAsia

SAR mengevakuasi jenazah penumpang AirAsia
Tim SAR mengevakuasi jenazah penumpang AirAsia

POJOKSATU – Basarnas mulai pesimis bisa menemukan sejumlah jenazah pesawat AirAsia QZ-8501. Mereka menduga nihilnya hasil pencarian kemarin (3/1) karena kondisi jenazah yang mulai rusak dan kembali tenggelam ke dasar laut.

Hal tersebut disampaikan Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi dalam jumpa pers di Posko Pangkalan Bun kemarin. Menurut dia, sampai pukul 18 belum ada laporan penemuan jenazah dari kapal-kapal yang beroperasi.

’’Secara medis di hari ketujuh kemungkinan gelembung gas di tubuh korban sudah pecah dan akhirnya tenggelam kembali ke dasar laut,’’ ujarnya. Menurut Supriyadi, pecahnya gelembung gas itu bisa juga terjadi karena dimakan ikan.

Basarnas sebenarnya berupaya melakukan pencarian dasar laut. Namun cuaca masih menjadi musuh bagi tim SAR. Menurut Supriyadi ombak di area pencarian masih berkisar empat meter. Kecepatan angina juga 35 knot. Ditambah hujan rintik-rintik juga terus mengguyur.
Menurut Supriyadi dengan kondisi itu, baik penyelam maupun piranti pencarian pasti terganggu.


’’Alat sekalipun kalau kondisi seperti itu visibility-nya juga terbatas. Informasi yang saya dapat visibility di dalam laut hanya dua meter, artinya air dalam kondisi butek,’’ jelasnya.

Basarnas berjanji hal itu tak akan mengendur operasi. Pencarian jenazah maupun bangkai pesawat tetap dilanjutkan hingga malam hari. ’’Untuk jenazah kami juga coba penyisiran di pantai. Bisa juga terdampar,’’ katanya.

Sepanjang hari kemarin memang tak ada penemuan jenazah. Namun tim Basarnas dan DVI Mabes Polri bergerak cepat melakukan evakuasi dan pengiriman jenazah ke Surabaya. Sebanyak 12 jenazah dikirim ke Surabaya sekitar pukul 12:21 menggunakan Hercules C-1320 milik TNI AU. Jenazah yang dikirim itu bernomor peti 019 hingga 030.

Entah karena kondisi yang banyak tak utuh atau alasan lain, pihak Basarnas di Pangkalan Bun kini tak mau lagi membeberkan detail jenazah yang ditemukan. ’’Informasi soal propertinya dan ciri-ciri biar disampaikan di Surabaya,’’ kata Direktur Eksekutif Disasster Victims Investigation (DVI) Mabes Polri, Kombespol Anton Castilani.

Anton bersedia memaparkan kelamin dan perkiraan usia saja. Dari 12 jenazah itu, 9 diantaranya laki-laki dan 3 sisanya perempuan. (selengkapnya lihat grafis). Dengan dikirimnya ke-12 jenazah itu, maka sudah ada 30 jenazah yang ditangani DVI di Surabaya. Total ada 17 jenazah laki-laki dan 13 perempuan. Dari jumlah itu tentu masih tersisa 132 jenazah yang belum ditemukan.

Supriyadi mengatakan meskipun menurut peraturan kegiatan pencarian hanya dibatasi tujuh hari, namun dalam kasus ini operasi tetap dilanjutkan dengan perpanjangan. ’’Namun berapa lama durasi perpanjangan pencariannya saya masih belum tahu,’’ katanya.
Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo mengatakan bahwa pihaknya akan terus melakukan evakuasi korban. Menurut dia, proses penyelamatan korban tidak ada batas waktunya.

Menurut pria kelahiran Jogjakarta itu, proses pencarian berbeda dengan proses penyelamatan. Jika pencarian menurut aturan ada batasan waktu. Yaitu tujuh hari. Sedangkan penyelamatan tidak ada batas waktu.

“Kan ini sudah ditemukan. Tinggal evakuasi korban,” ujarnya. Ke depan, dia akan melakukan evaluasi pada cara evakuasi. Menurut dia proses evakuasi korban harus berjalan maksimal, efektif serta efisien. (jp)