3 Teknologi Canggih Pemburu Kotak Hitam AirAsia

Teknologi canggih pemburu kotak hitam
Teknologi canggih pemburu kotak hitam
Teknologi canggih pemburu kotak hitam

POJOKSATU – Memasuki hari ketujuh, proses pencarian pesawat AirAsia terus dilakukan Basarnas. Tim mulai fokus mencari badan pesawat dan kotak hitam. Untuk dapat mendeteksi badan pesawat dan kotak hitam, Basarnas mengerahkan kekuatan penuh dari sejumlah tim.
Berikut 3 pemburu black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501 yang dikerahkan ke perairan Karimata, Kalimantan Tengah.

1. Sonar Canggih Rusia
Pesawat amfibi BE-200 milik Rusia tiba di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sebanyak 72 personel beserta peralatannya tiba sekitar pukul 15.05 WIB. Wakil Duta Besar Rusia untuk Indonesia Alexander Shilin mengatakan, dengan personel khusus dan peralatan canggih yang dimilikinya itu, mereka yakin dapat menemukan puing-puing terkecil di titik paling dalam perairan atau lautan. “Kami bisa mencari bahkan sampai puing terkecil di titik paling dalam,” ujar Shilin.

Salah satu alat yang dibawa memiliki sistem sonar bawah laut. Diklaim oleh Shilin, alat tersebut dapat melacak black box atau kotak hitam pesawat AirAsia QZ8501. “Ini sangat bisa bantu karena dilengkapi dengan sistem sonar yang bisa melacak keberadaan black box,” ucap Shilin.

2. Robot Selam Bawah Laut
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menggunakan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV) atau robot pendeteksi benda logam dalam air untuk membuktikan objek-objek tersebut. Robot tersebut dilengkapi dengan kamera guna membuktikan objek-objek tersebut. Robot tersebut dilengkapi dengan kamera.


“Mereka akan membuktikan melalui robot selam di bawah laut, mudah-mudahan dengan kamera selam itu bisa diambil kebenarannya,” ujar Direktur Operasional Basarnas Marsekal Pertama TNI SB Supriyadi.

3. Pinger Locator
Pinger locator menjadi pemburu canggih yang dimiliki Kapal Badan Penerapan dan Pengkajian Teknologi (BPPT). Deputi BPPT Ridwan Djamaluddin mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan alat itu untuk memanggil sinyal kotak hitam pesawat AirAsia di perairan Selat Karimata yang diduga menjadi lokasi jatuhnya QZ8501.

“Kami sudah menyiapkan pinger locator. Alat ini akan diturunkan ke laut kemudian mengirimkan sinyal ke kotak hitam pesawat AirAsia. Peralatan di kotak hitam ini, kemudian akan menjawab sinyal panggilan pinger locator, sehingga diketahui lokasinya,” tutur Ridwan. (one)