Wah.. Ada Mafia Izin Terbang di Kemenhub

Air Asia terbang di luar jadwal
Air Asia terbang di luar jadwal

POJOKSATU – Pesawat nahas AirAsia QZ 8501 yang jatuh di perairan Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, diketahui melanggar jadwal jam terbang. Pasalnya, pesawat yang membawa 162 penumpang terbang pada Minggu (28/12/2014). Padahal, AirAsia rute Surabaya-Singapura tidak memiliki jadwal terbang di hari Sabtu dan Minggu. Lalu siapa yang memberikan izin terbang?

Direktur Safety dan Standard AirNav Indonesia, Wisnu Darjono mengatakan, setiap izin penerbangan berada di tangan Kemenhub. Karena itu, kuat dugaan ada oknum pejabat Kemenhub yang menjadi mafia izin terbang.

“Kalau dari sisi ATC kalau sudah beres yang tinggal diterbangkan saja. Untuk izin itu ada unit-unit lain yang terkait dan yang memberikan izin ialah Kemenhub,” ujar Wisnu, Sabtu (3/1/2015).

Wisnu mengatakan, untuk keterkaitan orang dalam ATC dirinya tidak mau berspekulasi. Untuk itu dirinya akan terbang ke Surabaya untuk mengecek hal tersebut. “Kita mau lihat dulu kesana untuk mengecek soal itu,” tutupnya.


Sebelumnya, Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murdiatmojo mengatakan pihaknya kecolongan atas pelanggaran yang dilakukan AirAsia selama ini. Kemenhub juga akan membentuk tim guna menyelidiki keluarnya izin terbang di hari Minggu itu. Investigasi kini sedang dilakukan. “Kami dengar ada perubahan jadwal. Maka dari itu akan kami lakukan investigasi kenapa bisa lolos,” imbuhnya.

Tak mau kecolongan lagi, Kemenhub akan mengecek kembali semua izin terbang maskapai di sejumlah bandara. “Hari Senin besok kami akan cek satu persatu maskapai ke Bandara Soetta,” ujar Plt Dirjen Perhubungan Udara Djoko Murdiatmojo, Sabtu (3/1/2015).

Ia menegaskan, setiap maskapai ada izin untuk terbang di hari tertentu dan rute tertentu. Tidak bisa sembarangan mendapat izin di luar jadwal. Investigasi juga mengarah ke dalam tubuh Kemenhub karena izin dikeluarkan instansi ini. (one)