Rusia Klaim Mampu Angkut Semua Bangkai AirAsia

Bayu Gatra/JPNN
Petugas dari Tim Gabungan membawa reruntuhan dari AirAsia QZ8501, di pangkalan militer di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1). Foto: STR/AFP
Petugas dari Tim Gabungan membawa reruntuhan dari AirAsia QZ8501, di pangkalan militer di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1). Foto: STR/AFP

POJOKSATU – Memasuki hari ketujuh pencarian pesawat AirAsia QZ 8501, bantuan dari negara-negara lain terus mengalir. Kali ini, Rusia mengirimkan 40 penyelam, dua pesawat amfibi (BE200) dan IL-76 untuk membantu pencarian pesawat AirAsia.

Kementerian Situasi Darurat sekaligus Ketua SAR Rusia, Eduard N Chizhov mengatakan pesawat amfibi itu juga dilengkapi sebuah alat bernama Falcon yang dapat mencari dan mengangkut semua bagian pesawat AirAsia QZ8501.

Menurut Eduard, pesawat tersebut dilengkapi peralatan khusus yang bernama Falcon. “Peralatan kami memiliki kapasitas untuk melakukan operasi pencarian dan mengangkut semua bagian dari pesawat. Dan juga sensor infrared untuk menemukan semua alat yang diperlukan,” kata Eduard di kantor Basarnas, Jakarta, Sabtu (3/1).

Menurut Eduard, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan Basarnas untuk kemudian terjun ke daerah operasi. Rencananya, lanjut Eduard, tim Rusia akan terjun besok ke wilayah operasi di Selat Karimata. “Hari ini kami melakukan pertemuan dengan Basarnas dan mendapatkan kesepakatan. Hari ini kami berangkat dari Halim ke Kalimantan. Besok pagi, kami akan mulai operasi penyelamatan,” terangnya.


Dia menambahkan, selain fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta badan pesawat, poihaknya juga akan mencari black box atau kotak hitam milik AirAsia QZ8501. Menurutnya, pihak Rusia akan berada di Indonesia sesuai kebutuhan Indonesia.

Menurutnya, tujuan utama tim Rusia adalah untuk menemukan black box. “Kami akan berada di sini (Indonesia) sampai kapanpun Indonesia membutuhkan kami, dan sampai kami menyelesaikan tugas kami,” imbuhnya. (one)