Moncong AirAsia Terlihat di Data Scan Sonar

KONSISTEN: Danny Hilman di lokasi penelitian kegempaan di wilayah Sumatera. Hasil penelitiannya meramalkan potensi gempa besar di Selat Sunda. (Danny Hilman for JPNN)
Basarnas membuka peta lokasi pencarian korban AirAsia
Basarnas membuka peta lokasi pencarian korban AirAsia

POJOKSATU – Sedikit demi sedikit misteri keberadaan pesawat AirAsia QZ8501 yang jatuh di Selat Karimata, Kalteng menemui titik terang. Kapal Baruna Jaya I mendapatkan kontak dari kapal Geo Survei soal penemuan objek mirip kepala pesawat yang dilihat dari data side scan sonar.

“Saat ini posisi kapal geo survei adalah di koordinat 3 derajat 55,41 menit lintang selatan dan 100 derajat 31,59 menit bujur timut,” kata senior enginering BPPT Dr Imam Mudita kepada RMOL di kantornya, gedung BPPT lantai 18, Thamrin, Jakarta Pusat, Sabtu (3/1)

Imam melanjutkan, posisi objek yang diduga moncong pesawat itu berada di 100 meter dari lambung kiri kapal Geo Survei. Saat ini Geo Survei sendiri tengah melakukan lego jangkar dan menurunkan ROV (remotely operated vehicle).

Imam menambahkan, posisi Baruna Jaya sendiri saat ini berada di titik 3 derajat 51,36 menit lintang selatan dan 110 derajat 29,33 bujur timur. Dengan laporan kondisi cuaca, tinggi gelombang 0,5-1 m dan kecepatan angin 5 hingga 10 knot. (rmol/mel)