Helikopter Rusak, Suplai Makanan Menipis

Basarnas mendeteksi badan pesawat AirAsia di kedalaman 30 meter
Basarnas mendeteksi badan AirAsia di kedalaman 30 meter

POJOKSATU – Setelah melakukan pencarian dan evakuasi selama tujuh hari, Basarnas mulai mengalami banyak masalah teknis di lapangan. Selain masalah cuaca dan ombak yang cukup tinggi, peralatan mereka juga mulai ‘lelah’.

Salah satunya, helikopter yang mengalami kerusakan. Heli bell di helikopter mengalami vibrasi sehingga harus dilakukan perawatan di Lanud Pangkalan Bun. Diperkirakan, kerusakan heli bell terjadi karena helikopter terus-terusan tertiup angin laut yang cukup kencang. Akhirnya, helikopter kembali dikirim ke Pangkalan Bun.

Selain itu, persediaan bahan bakar dan makanan di KRI Banda Aceh sudah juga mulai menipis pada Sabtu siang. Kapal Produksi PT PAL ini harus melakukan pengisian bahan bakar dan makanan di Semarang, Jawa Tengah.

Rencananya, siang ini KRI Banda Aceh akan langsung berangkat ke Semarang. Namun tim penyelam masih memiliki secercah harapan untuk menjalankan misinya, karena perjalanan dari Teluk Kumai ke Semarang akan diupayakan melewati titik koordinat.


“Tadi sudah dijelaskan oleh atasan, peluang menyelam kita masih 50 persen,” kata Letnan Huda Prawira dari Marinir saat menjelaskan situasi terkini kepada pasukannya, saat Briefing Sabtu siang.

Huda tetap meminta kepada seluruh pasukannya untuk tetap selalu siap siaga terjun ke dasar laut. Dalam kesempatan itu, Huda juga menjelaskan kepada pasukannya mengenai letak kotak hitam atau black box di pesawat. “Semua pasukan harus tetap siap diturunkan kapan pun juga,” ujarnya. (one)