AS Lebih Cepat Temukan 12 Jenazah, Ini Kata Basarnas

Basarnas mendeteksi badan pesawat AirAsia di kedalaman 30 meter
Basarnas mendeteksi badan AirAsia di kedalaman 30 meter

POJOKSATU – Kapal USS Sampson 102 milik Amerika Serikat berhasil menemukan 12 jenazah AirAsia QZ 8501 pada hari pertama operasi. Ke-12 jenazah itu ke posko utama pencarian pesawat AirAsia di Lanud Iskandar, Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.

Direktur Operasional Basarnas, SB Supriyadi, mengakui bahwa teknologi yang dimiliki kapal perang milik Angkatan Laut Amerika Serikat itu lebih canggih daripada teknologi yang dimiliki tim gabungan saat ini. Sehingga, mereka dapat memposisikan lebih tepat di mana jenazah itu berada.

“Teknologi mereka lebih canggih untuk memposisikan kapalnya di lokasi yang tepat, sehingga jenazah ditemukan USS Sampson,” kata Supriyadi Lanud Iskandar, Sabtu (3/1).

Kendati demikian, Supriyadi mengatakan bukanlah waktu yang tepat untuk membandingkan teknologi yang dimiliki Indonesia dengan AS. Menurut dia, baik AS maupun Indonesia dan negara-negara lain yang turut membantu dalam operasi pencarian ini, menemukan jenazah seluruh penumpang pesawat itu secepatnya adalah hal terpenting. “Ini adalah salah satu kemajuan bagi kita semua, bukan hanya bagi Amerika saja,” ujarnya.


Berdasarkan informasi yang ia peroleh, saat ini USS Sampson tengah kekurangan sejumlah logistik seperti kantung mayat dan lemari es. Namun, kebutuhan logistik itu telah dipenuhi dengan adanya bantuan dari kapal Australia yang turut ikut andil dalam pencarian. “Beberapa peralatan masih kurang, seperti kantong mayat,” pungkasnya. (one)