Basarnas Masih Ogah Konfirmasi Temuan Bagian Pesawat

Bayu Gatra/JPNN
Petugas dari Tim Gabungan membawa reruntuhan dari AirAsia QZ8501, di pangkalan militer di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1). Foto: STR/AFP
Petugas dari Tim Gabungan membawa reruntuhan dari AirAsia QZ8501, di pangkalan militer di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, Jumat (2/1). Foto: STR/AFP

POJOKSATU – Hingga hari keenam upaya pencarian dan evakuasi korban AirAsia QZ8501, Tim Gabungan yang dikomandoi Badan Save and Rescue Nasional (Basarnas) sudah berhasil membuat kemajuan.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya FHB Soelistyo mengungkap, hingga Jumat (2/1) tim sudah mengevakuasi 30 jenazah dari permukaan laut, di Selat Karimata, Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Sebanyak 22 di antaranya ditemukan hari ini. “Delapan di Surabaya, 10 jenazah dalam penerbangan ke Surabaya (dari Pangkalan Bun) dan 8 masih di kapal yakni 7 di KRI Bung Tomo dan satu di KD Pahang,” kata Soelistyo, sore tadi.

Disinggung temuan lain seperti pecahan yang diduga kuat berupa ekor pesawat, Soelistyo enggan mengkonfirmasi. “Objek lain, serpihan dan bagian-bagian tidak bisa saya sebutkan satu per satu,” tandas Soelistyo.

Soelistyo hanya mau mengkonfirmasi temuan tumpahan minyak di sekitar lokasi pemusatan pencarian hari ini.


Di sisi lain, Kepala Basarnas ini menambahkan, tim gabungan akan mendapatkan tambahan bantuan armada berupa kapal tanker dan kapal pemecah ombak, yang diharapkan segera bergabung di lokasi. “Ini bantuan dari SKK Migas untuk membantu kelancaran di lokasi,” ujarnya. (adk/jpnn)