Tewas Digorok Penjual Mpek-mpek Usai Berdoa

Mahasiswa dianiaya senior
ilustrasi

POJOKSATU – Polisi membekuk Hasan alias Iskandar (42), pelaku penggorok leher temannya sendiri, Husni Thamrin (40), di Jalan Timbul Jaya, No.99 RW04/04, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat.

Dalam waktu 1×24 jam aparat Polsek Metro Cengkareng berhasil mengungkap kasus pembunuhan ini.

Menggunakan pisau yang biasa dibawa berjualan, dari gerobak mpek-mpek di rumah kontrakan itu korban digorok setelah menjalankan sholat maghrib, sekitar pukul 18.25 WIB, Senin (29/12).

“Kurang dari 24 jam, pelaku berhasil kami bekuk,” kata Kapolsek Metro Cengkareng, Kompol Sutarjono kepada INDOPOS (grup JPNN.


Ia menegaskan, pelaku ditangkap Selasa (30/12), sekitar pukul 20.00 WIB. Tanpa perlawanan, Iskandar pedagang mpek-mpek gerobak dorong itu ditangkap di sebuah rumah kontrakan di Kampung Gaga, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat.

“Jadi, menurut pengakuan tersangka, ia spontan saja melakukan pembunuhan itu,” terang Sutarjono.

Kanit Reskrim Polsek Metro Cengkareng AKP Tosriadi Jamal yang melakukan penangkapan itu mengatakan, pembunuhan itu dilakukan karena pelaku kesal dengan perlakuan korban.

Sebelum kejadian, korban membuang mie instan yang khusus dibuatkan untuk anak kembar pelaku Egi dan Ega.

“Merasa kesal, pelaku lantas menanti korban lengah. Saat selesai sholat dan berdoa itu, korban dihabisi nyawanya dari belakang oleh pelaku. Lehernya digorok dengan pisau,” kata Tos menambahkan penuturan Kapolsek Sutarjono.

Tos memastikan, saat melakukan penganiayaan itu pelaku dalam kondisi sadar. Ia tahu betul apa yang dilakukannya hanya untuk melampiaskan kekesalannya.

“Pelaku jelas dalam kondisi sadar. Tidak mengalami gangguan sedikit pun. Setelah menggorok leher korban, dia melarikan diri lewat belakang rumah. Menuju semak belukar,” kata Tos.

Kepada wartawan, pelaku yang merupakan pedagang mpek-mpek keliling itu mengaku menyesal. Ia berujar, pembunuhan itu hanya spontan karena kesal dengan perlakuan korban.

“Saya nyesal, akhirnya saya gorok dari belakang. Pisau juga saya ambil dari gerobak,” kata Iskandar.

Belakangan diketahui, Iskandar diduga depresi setelah ditinggal kawin oleh mantan istrinya Wiwin. Selama menghidupi kedua anak kembarnya itu, pelaku mengalami stres. Namun, ketika diwawancarai Iskandar mengelak, pedagang mpek-mpek keliling ini mengaku tidak dendam, hanya saja ia marah mie instan untuk anak kembar kesayangannya dibuang oleh korban.

“Spontan aja, gak ada dendam,” kata pria asal Palembang, Sumatera Selatan yang besar di Jakarta itu.

Korban tewas setelah dilarikan ke RS. Umum Daerah Cengkareng. Pelaku dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP Juncto 338 KUHP terkait penganiayaaan yang menyebabkan orang lain kehilangan nyawa. Pelaku terancam hukuman maksimal 9 tahun penjara. (asp)