Omongan Walikota Ini Makin Ngawur

Walikota Siantar Hulman Sitorus. Foto: Metro Siantar/JPNN
Walikota Siantar Hulman Sitorus. Foto: Metro Siantar/JPNN
Walikota Siantar Hulman Sitorus. Foto: Metro Siantar/JPNN

POJOKSATU – Pernyataan Walikota Siantar Hulman Sitorus di hadapan publik semakin ngawur. Terakhir, di acara Sosialisasi Pasar Melanton Siregar, dia bahkan mengibaratkan menang pilkada walikota itu seperti menang togel empat angka.

“Togel empat angka, langsung kena pulak. Tak terasa sudah mau habis pula kan (habis masa jabatan, red). Bulan sembilan (2015) kita telah putus,” ujar Hulman membuka kata sambutannya pada acara yang digelar di Sapadia Hotel, Selasa (30/12), sembari tertawa cukup keras dan mengundang para peserta juga turut tertawa.

Hulman mengatakan bahwa banyak yang tidak mengerti soal kemajuan Kota Siantar, dan hanya bisa ribut. Bahkan, ia menuding pemberiataan di media massa tidak mendukung pergerakan dan pembangunan Kota Siantar.

“Banyak orang tidak mengerti, ribu-ribut saja. Berita-berita tidak mendukung pergerakan dan pembangunan di kota ini. Seperti kita buat kuliner, dibilang perampokan. Mereka tidak tahu itu menyengsarakan orang. Kondusifitas harus dijaga karena investor memerlukan itu,” ujar Hulman.


Hulman juga menyinggung terkait tanah. “Banyak orang sakralkan harta orangtuanya. Padahal kalau dia tarik itu seharga Rp2 miliar, dengan harga itu sudah langsung ada sawit 40 ha di Pekanbaru sana,”¬† ujar Hulman seperti menyinggung persoalannya dengan Wakilnya, Koni Ismalil, yang terkait tanah dan pinjaman Rp2 miliar.

Dia juga mengaku bahwa dirinya sudah mengupayakan meningkatkan pembangunan di Kota Siantar dengan mencoba dari APBN dan lainnya, namun tetap jalan di tempat.

“Bulan 4 peletakan batu pertama (pembangunan pasar). Peresmiannya di bulan 12. Tapi mungkin bisa saja orang lain (walikota yang kelak terpilih di Pilkada 2015) yang menikmatinya,” ujar Hulman kembali sembari meminta undangan untuk tepuk tangan kepadanya karena dia menganggap dirinya seorang pahlawan di Kota Siantar ini.

Di akhir sambutannya, Hulman kembali bicara ngawur. Dia mengatakan bahwa tidak akan menyerahkan tahta sebagai Walikota Siantar kepada orang lain. Sebab, ia tidak mau upaya yang begitu besar untuk kemajuan Kota Siantar dinikmati orang lain.

“Dengan cara apa pun, saya akan berjuang untuk duduk ke depannya (sebagai walikota lagi, red). Enak saja. Orang lain yang menikmatinya,” pungkasnya sembari tertawa keras.

Pernyataan Hulman yang menyudutkan media sangat disayangkan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut M Syahrir.

Syahrir menjelaskan bahwa fungsi media mengkritisi kebijakan pemerintah, itu sah-sah saja.

Ditegaskan, Hulman seharusnya lebih legowo terhadap kritikan. Sebab kritikan bukan berarti  tidak mendukung pergerakan pembangunan, namun meminta pemerintah memperbaiki kenerjanya. (mag-01/aar)