Ini Tugas Luhut Panjaitan di Istana Negara

Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Ricardo/JPNN.com
Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Ricardo/JPNN.com
Luhut Binsar Panjaitan. Foto: Ricardo/JPNN.com

POJOKSATU – Luhut Binsar Panjaitan diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan oleh Presiden Joko Widodo. Ini adalah salah satu posisi baru di sistem kerja kepresidenan.

Sebelumnya di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tidak ada jabatan tersebut. Hanya ada jabatan-jabatan staf-staf khusus Presiden di beberapa bidang. Tak ada penjelasan Istana terkait alasan pemilihan Luhut di posisi itu. Sekretaris Kabinet Andi Widjajanto hanya menjelaskan bahwa Kepala Staf Presiden ini memimpin Unit Kerja Presiden.

“Perpresnya sudah ditandatangani  Presiden. Hari ini juga, sudah ada kelembagaannya,” ujar Andi di Istana Negara, Jakarta, Rabu, (31/12).

Sebagai kepala staf kepresidenan, politikus Golkar itu mendapatkan hak-hak dan tunjangan yang sama seperti seorang menteri. Mennurut Andi, tugas Luhut adalah memberikan informasi strategis pada presiden dan membantu kepala negara merancang komunikasi politik antar lembaga dan ke publik.


Termasuk membantu presiden mengidentifikasi isu strategis. “Jadi nanti ke depannya akan ada pejabat eselon 2 yang bergerak di bidang komunikasi, politik karena berkaitan dengan informasi strategis, akan ada semacam direktur informasi strategis. Di dalamnya juga akan membantu presiden melihat pencapaian hasil pembangunan ke depan,” sambung Andi.

Andi menampik bahwa posisi baru yang dipimpin oleh Luhut ini menggantikan lembaga UKP4 yang pernah dibentuk Presiden SBY. Lembaga ini, ujarnya, benar-benar baru. Posisi-posisi lain di lembaga itu juga, kata dia, belum dibahas lebih lanjut.

“Tidak ada kaitannya dengan UKP4. Secara lembaga UKP4 sudah tidak ada lagi. ada beberapa fungsi UKP4 yang dilakukan oleh Seskab, ada juga yang dilakukan oleh kepala staf kepresidenan. jadi ini bukan pengganti UKP4. Betul betul bentukan lembaga baru,” tandas Andi. (flo/jpnn)