Tiga Tahun, Ratusan Guru Tak Terima Tunjangan

Guru meminta hak

 

Guru meminta hak
Guru meminta hak

POJOKSATU РSebanyak 130 pengajar di lingkup Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar terpaksa ngaplo alias gigit jari. Selama tiga tahun mereka tidak bisa menikmati tunjangan profesi pendidik (TPP). Terhitung mulai 2010, 2011, dan 2012, TPP tidak kunjung cair.

Kepala Bidang (Kabid) Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) Jumanto yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Blitar Totok Subihandono membenarkan, 130 guru sampai sekarang belum menerima TPP. Namun, jumlah tersebut sejatinya semakin menurun jika dibandingkan dengan beberapa tahun lalu. Sebab, setiap tahun TPP diberikan secara giliran. ”Tahun ini setidaknya ada sekitar 60 guru yang sudah mencairkan TPP yang tertunggak selama tiga tahun (2010, 2011, 2012),” ungkapnya.

Menurut dia, ratusan guru yang hingga kini belum menerima TPP selama tiga tahun harus lebih besabar. Sebab, TPP yang tertunggak selama tiga tahun itu bakal diterima dan dicairkan. Hanya, pihaknya belum tahu pasti kapan TPP tersebut dicairkan. Sebab, pencairan TPP merupakan kewenangan pemerintah pusat, bukan Dispendik Kabupaten Blitar.


Jumanto menegaskan, sampai sekarang TPP yang menunggak hingga tiga tahun dicairkan secara rutin setiap tahun. Namun, pencairan tersebut tidak bisa dilakukan secara serentak. ”Bisa jadi tahun depan jumlah guru yang belum menerima TPP selama tiga tahun bakal berkurang,” katanya.

Sebanyak 130 guru yang belum menerima TPP selama tiga tahun tersebut, lanjut dia, masing masing akan mendapatkan uang yang nominalnya berbeda. Hal itu disesuaikan dengan gaji pokok yang diterima. (ful/dha/bh)