Polisi Udara Tinggalkan Serpihan Misterius di Bangka

052458_240547_babel_HL
Lokasi penemuan serpihan misterius di Selat Gaspar

POJOKSATU – Hingga hari kedua kemarin (29/12), pencarian atas hilangnya pesawat naas AirAsia QZ8501 belum membuahkan hasil.

Kemarin, Polisi Udara Mabes Polri yang memantau dari udara dengan Helikopter Jenis Dauphin AS 365N3 mengikutsertakan sejumlah media termasuk Babel Pos (Grup JPNN), sempat melihat beberapa objek mencurigakan di Selat Gaspar (antara Pulau Bangka dan Pulau Belitung).

Helikopter berangkat dari Bandara Depati Amir, pukul 13.40 WIB menuju blok pencarian di sekitar area Perairan Tanjungpandan dan Selat Gaspar.  Perjalanan ditempuh sekitar 1 jam.

Sepanjang perjalanan menuju area tersebut, beberapa tim dari polisi udara dan awak media melihat benda yang mengapung dan bertebaran. Melihat itu, pilot pun mencoba mengitari sekitar terlihatnya benda yang mencurigakan tersebut.


Karena terlihat masih samar-samar dari kejauhan, helikopter turun pada ketinggian 200 kaki atau sekitar 80 meter di atas permukaan laut.  Namun masih juga belum tampak jelas.

Bahkan hasil jepretan fotografer salah satu media asing tak mampu menangkap jelas objek tersebut, meski sudah menggunakan kamera dengan lensa jarak jauh.

Dari hasil pantauan tersebut, tim Polisi Udara Polri secara berhati-hati mengaku masih belum bisa menyimpulkan apa gerangan objek itu.

Usai menyusuri area Selat Nasik, tim bergegas memantau daratan Pulau Bangka Bagian Selatan.  Dalam pantauan kali ini tidak tampak lagi objek yang mencurigakan seperti sebelumnya.

Hampir 2,5 jam  mengudara di blok pencarian, tim kemudian memutuskan kembali ke landasan udara Depati Amir dan tiba sekitar pukul 16.00 WIB.

Hasil pantauan itu langsung dilaporkan kepada Presiden RI, Jokowi Widodo melalui telenconfrence di Posko Taktis, Bandara Depati Amir, Pangkalpinang, kemarin sore.

Kapten Pilot Dauphin AS 365 N3, AKP. Yosi Hermawan kepada wartawan Babel Pos menjelaskan terbang heli dalam pencarian pada ketinggian 1000 fit/kaki, dan saat menelusuri daratan Bangka bagian Selatan hanya berada pada ketinggian 200 fit. Area pencarian tercatat pada Koordinat biru, kordinat 02 derajat 32 menit 107 derajat 32 menit.

“Saat dari arah Tanjungpandan menuju Pulau Bangka atau arah Tenggara dari Pangkalpinang, kita sempat curigai kira-kira terlihat seperti serpihan. Kita turun 200 kaki, tapi belum jelas. Belum bisa dipastikan apakah serpihan pesawat atau bisa saja sisa sampah dari kapal,” ujarnya hati-hati.

Lebih lanjut Yosi mengatakan, pihaknya telah berupaya melakukan pencarian seoptimal mungkin dan berharap agar pencarian berikutnya membuahkan hasil.

“Sejauh ini kita belum temui kendala berarti. Untuk blok atau rute pencarian berikutnya, kita tunggu instruksi dari teman-teman Basarnas,” imbuhnya.

Menanggapi benda diduga serpihan pesawat dari hasil pantauan tim dari udara tersebut, Kepala Staf Korem (Kasrem) Garuda Jaya 045/Bangka, Letkol Inf Eko Prayitno menuturkan hasil pantauan tersebut akan menjadi petunjuk baru bagi tim pencarian pada hari ini.

“Kita akan prioritaskan pada titik yang diduga objek mirip serpihan tersebut. Seperti yang dilihat tim dan teman-teman wartawan yang juga katanya melihat,”  ujarnya. (fiz/idy/tob/sue/nia)