Pilot Beresiko Kena Kanker Kulit

Ilustrasi
Ilustrasi
Ilustrasi

POJOKSATU – Sebuah studi mengklaim bahwa pilot pesawat lebih berisiko terkena kanker kulit yang dikenal sebagai melanoma dibandingkan dengan profesi lain. Pilot pesawat berada pada risiko kanker kulit yang mematikan karena mereka terkena radiasi kokpit mirip dengan tingkat radiasi dari tanning bed.

Pilot yang terbang selama satu jam di ketinggian 30.000 kaki mendapatkan jumlah yang sama dari radiasi 20 menit di tanning bed. Dan peneliti percaya bahwa tingkat radiasi ini bisa lebih tinggi ketika pilot terbang di atas awan tebal dan bidang salju, yang dapat mencerminkan radiasi UV.

Paparan radiasi berbahaya ini terjadi karena kaca depan pesawat tidak benar-benar memblokir radiasi UV-A karena mereka terbuat dari plastik polikarbonat atau kaca komposit multilayer.

Radiasi UV-A dapat menyebabkan kerusakan DNA dalam sel dan perannya dalam mengembangkan melanoma, jenis mematikan kanker kulit. Kru kabin udara juga menghadapi peningkatan risiko paparan sinar kosmik atau sinar-X, sinar gamma dan partikel subatomik dari luar angkasa.


“Kaca depan Airplane tidak benar-benar memblokir radiasi UV-A dan karena itu tidak cukup untuk melindungi pilot. Hal ini tentunya dapat meningkatkan peningkatan melanoma (kanker kulit ganas),” kata pemimpin peneliti Dr. Martina Sanlorenzo, seperti dilansir laman Daily Mail, Senin (29/12).

“Tingkat ini bisa secara signifikan lebih tinggi saat terbang di atas lapisan awan dan bidang salju tebal, yang dapat mencerminkan sampai 85 persen dari radiasi UV,” kata Dr. Sanlorenzo lebih lanjut.

“Kami percaya bahwa perlindungan UV yang lebih baik di kaca depan pesawat yang diperlukan untuk menawarkan awak kabin lingkungan kerja bebas bahaya,” pungkasnya.

Para penulis mengatakan mereka sangat menyarankan bahwa pilot dan awak kabin menggunakan tabir surya dan secara berkala memeriksakan kulit mereka ke dermatolgi. (fny/jpnn)