Penyebab Nyeri Haid dan Penanggulangannya

Nyeri Haid (Dismenore)
Nyeri Haid (Dismenore)
Nyeri Haid (Dismenore)

POJOKSATU – Dismenore, atau dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan nyeri haid, yang sering di rasakan oleh wanita disekitar perut menjelang atau selama haid. Nyeri haid bisa membuat sangat tidak nyaman, terkadang dibarengi dengan rasa mual, sakit kepala, rasa ingin pingsan dan mudah emosi.

Nyeri haid dikategorikan dalam 2 jenis, yaitu Dismenore (nyeri haid) Primer dan Dismenore (nyeri haid) Sekunder.

Nyeri haid primer adalah keadaan menstruasi yang terjadi tanpa adanya kelainan ginekologik yang nyata. Nyeri haid ini terjadi karena adanya gangguan keseimbangan fungsional, bukan karena penyakit organik pelvis. Nyeri haid primer terjadi beberapa waktu setelah menarke, biasanya sesudah menarke, umumnya sesudah 12 bulan atau lebih.

Sedangkan, nyeri haid sekunder adalah keadaan menstruasi yang terjadi karena adanya kelainan organik di pelvis yang terjadi pada masa remaja. Penyebab nyeri haid sekunder biasanya karena adanya peradangan pada endometrium/rahim, dan infeksi kronik genitalia interna.


Biasanya nyeri haid primer terjadi pada usia yang relatif muda, terasa setelah adanya siklus haid yang teratur, nyeri timbul sebelum haid dan bisa meningkat pada hari pertama hingga hari ketiga dalam masa haid. Pada nyeri haid sekunder, tanda dan gejalanya adalah terjadinya pada usia yang relatif sudah tua, cenderung mulai dirasa setelah 2 tahun siklus haid teratur, nyeri mulai dirasa pada saat haid pertama dan meningkat bersamaan dengan keluarnya darah selama terus-menerus.

Adapun cara untuk mengatasi nyeri saat haid yang bisa anda lakukan adalah sebagai berikut:
1. Olahraga
Dengan melakukan olahraga kecil yang menggerakkan badan, mampu mengurangi rasa nyeri ketika haid karena membuat adanya gerakan otot sehingga dapat meningkatkan denyut jantung yang memperlancar aliran darah, juga meningkatkan metabolisme tubuh.
2. Menghangatkan Perut dan Tubuh
Anda dapat mengompres perut dan punggung bawah dengan menggunakan bantalan pemanas atau bisa dengan cara berendam di dalam air hangat, menggunakan minyak angin atau minyak kayu putih yang mampu menghangatkan tubuh, juga bisa dengan meminum minuman yang hangat.
3. Konsumsi makanan sehat
Perbanyak makanan yang mengandung kalsium, magnesium, vitamin D, vitamin E dan omega 3. Mengkonsumsi buah dan sayur aneka warna, ikan,labu dan juga makanan yang banyak mengandung protein nabati. Hindari kafein yang dapat meningkatkan pelepasan prostaglandin.
4. Relaksasi Tubuh Dengan Berbaring
Berbaring di tempat tidur dapat mengurangi rasa nyeri. Gunakan bantal untuk menyangga lutut dan ambil nafas panjang perlahan buang. Ulangi hal ini hingga anda merasa nyaman.
5. Pijatan lembut
Pemijatan ringan dapat dilakukan pada bagian perut bawah secara merata dan tulang pinggang.
6. Minum Ramuan Tradisional
Ramuan tradisional yang bisa meringankan nyeri haid adalah kunyit asam, atau kunyit dengan daun dewa yang direbus lalu airnya diminum 2 kali sehari.
7. Konsultasikan kepada dokter
Anda disarankan berkonsultasi pada dokter jika mengalami menstruasi yang nyeri haid yang terus-menerus, karena hal ini bisa jadi awal gejala masalah pada alat reproduksi. Agar dapat mengetahui lebih awal dan memberikan penanganan yang tepat dan segera. (zul)