Pembunuh PSK Kabur ke Luar Kota

POJOKSATU- Penyelidikan yang dilakukan dalam mengungkap pembunuhan terhadap PSK (pekerja seks komersial) di Lokaliasasi Malanu, Ririn mulai menemui indikasi pelakunya.

Meski belum mengantongo identitas pelaku pembunuhnya, Kasat Reskrim AKP Dodik Tri Hendro,SH memastikan jika pelaku yang diketahui merupakan teman kencan korban, sudah kabur ke luar kota.

“Kita belum mendapat identitas pelaku, tapi informasi dari hasil penyelidikan memastikan jika pelaku kabur ke luar kota,”ujar Kasat Reskrim.

Hasil penyelidikan juga memastikan, pelaku pembunuhan sadis yang menghabisi nyawa korban dengan cara menggunakan senjata tajam itu kabur saat jenasah korban ditemukan.


Diduga pelaku kabur ke luar kota, setelah menghabisi nyawa korban di kamar no 1 Wisma Sumber Hidup, lokalisasi Malanu. Hal itu menunjukan jika pembunuhan yang dilakukan, diduga kuat telah direncanakan oleh pelaku.

Bukti lain yang menguatkan dugaan itu karena proses pembunuhan yang dinilai cukup rapih, yakni menyimpan jasad korban di bawah kolong tempat tidur, dan pelaku yang sempat menyampaikan ke saksi agar membuka kamar dengan tidak menyentuh barang-barangnya.

Pelaku yang juga merampok barang-baang korban tersebut, diduga kuat telah merencanakan pembunuhan dan rencana kaburnya ke luar kota. Sehingga, ia kabur sebelum polisi menemukan jenasah korban dari laporan saksi. “Kita sudah memintai keterangan saksi-saksi dan mengarah ke satu tersangka yakni teman kencan korban, hanya memang identitasnya belum diketahui tapi sudah dipastikan kalau dia (pelaku,red) kabur ke luar kota,”imbuhnya.

Menutupi perbuatannya agar tidak diburu polisi, pelaku sempat menelpon pemilik wisma dan saksi lain dengan menyebutkan nama kota lain tempatnya berada. Namun, pengakuan itu dipastikan hanya modus untuk mengelabui kepolisian agar tidak mengejarnya ke kota yang sudah diketahui polisi.

Sampai saat ini, kamar korban yang sudah ditempati sejak beberapa tahun itu masih di police line guna kepentingan penyelidikan. Meski jenasah korban telah dikirim ke kampungnya, untuk proses pemakaman. Wanita yang dikenal tertutup dan tidak banyak becerita tentang pribadi atau pasangan kencannya itu, tewas dengan luka patah dileher, kepala bagian belakang dan luka senjata tajam dibagian wajah.

Sebelumnya, menurut ketua RT Lokalisasi Sadikun, korban dikenal sebagai pekerja keras yang berniat ingin segera ‘pensiun’ dari pekerjaan tersebut. Hasil kerjanya itu digunakan untuk membiayai anaknya yang sedang kuliah. “Malah dia sempat bilang kalau mau pulang kampung dan tidak mau lagi kerja di tempat ini (Lokalisasi,red), tapi ya Tuhan berkehendak lain jadi ya begitu sudah jalan hidupnya,”kata Sadikun.

Menurutnya, korban sempat terlihat bangun pagi pukul 06.00 WIT untuk mencuci pakaian setelah dua malam menginap di kamar tempat kejadian perkara (TKP) bersama pelaku. “Kalau informasinya dia (Korban,red) sempat cuci pakaian paginya, kalau dugaan mungkin dibunuhnya pukul 07.00 WIT, tapi karena pintunya digembok dari luar jadi tidak ada yang curiga karena memang korban sering di kamar begitu, dikira teman-temannya kalau korban lagi keluar kamar,”tutur Sadikun. (reg)