Nyabu, Pasangan Lesbi Ditangkap di Cipanas

094650_880281_borgol_kecil_3

POJOKSATU-Pasangan lesbi yang berprofesi sebagai pemandu lagu (PL) di sebuah karaoke di Kecamatan Cipanas dan tukang ojek ditangkap petugas satuan Narkoba Polres Bogor Kota di perumahan Landbow di Cipanas.
Dua pemandu lagu (PL) bernama Siti Nuraidah (24) dan Nurjamah binti Endang (28). Kedua pelaku ditangkap berdasarkan pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya. Saat ditangkap, petugas menyita 5 gram sabu dari tangan Siti Nuraidah.
“Pekerja karaoke ini mengedarkan sabu di kalangan pengunjung tempatnya bekerja. Sementara dari tangan Nurjamah, petugas menyita 3 gram sabu,” ujar AKBP Irsan didampingi Kasat Narkoba Polres Bogor Kota, Iptu Maulana Mukarom.
Saat ini, dua perempuan ini mendekam sel tahanan Mapolres Bogor Kota bersama belasan tersangka lainnya yang ditangkap karena kasus penyalagunaan narkoba. Dia mengatakan, keduanya ditangkap, atas pengembangan dari penangkapan tersangka sebelumnya.
“Pelaku sengaja mengontrak rumah agar bisa bebas bersama dengan teman wanitanya. Selain mengaku memiliki pacar bernama Manik, Siti juga menjalin hubungan sesama jenis dengan Nurjamah,” tandasnya.
Siti Nuraidah mengaku, jika shabu 5 gram itu bukan miliknya, tapi milik Manik pacarnya. Dirinya hanya memasarkan saja. “Saya juga pemain berat sabu. Soalnya saya kerja malam, jadi perlu stamina lebih. Saya ditangkap polisi saat lagi di rumah kontrakan di Perum Landbow Cipanas. Kalau rumah saya di Kampung Pasir Malang Desa Kubang Cibeber Cianjur. Saya kontrak biar bisa leluasa dengan teman wanita saya. Saya pacaran dengan Manik, hanya untuk mudah mendapatkan sabu. Selain untung jual, juga pakai gratis,” ujarnya.
Sementara Nurjamah mengaku, dia terpancing berbisnis dengan anggota yang sedang menyamar. Dirinya semula diminta menyediakan sabu 5 gram, namun hanya sanggup menyediakan 3 gram. Saat menyerahkan sabu seberat 3 gram di depan hotel Cipanas, ia langsung ditangkap.
“Saat lagi di kontrakan Siti, ada orang telepon minta disediakan shabu. Saat itu kita lagi pakai. Saya lalu keluar antar. Nggak tau nya yang mau beli polisi. Saya langsung ditangkap. Setelah saya ditangkap, petugas membawa saya ke rumah kontrakan Siti dan akhirnya dia juga ditangkap,” ungkap Nurjamah.
Pasangan lesbi ini mengaku, baru dua bulan menjalankan bisnis haram ini. Namun polisi tidak percaya. Kedua wanita ini mengaku, satu gram dibeli Rp1,3 juta. Setelah diracik ulang untuk mengurangi beratnya sabu dijual lagi seharga Rp1,5 juta.(net/han)