ICW: KPK Masih Kurang Garang

Gedung_KPK

POJOKSATU – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah berusia 11 tahun pada Desember 2014 ini. Banyak kasus telah ditangani lembaga anti rasuah itu sejak pertama kali berdiri.

Meski begitu, Indonesia Corruption Watch (ICW) menilai KPK masih kurang garang dalam menangani kasus korupsi.

“KPK kurang garang, kurang galak. Ada beberapa kasus yang tersangkanya sudah ditetapkan tapi belum ditahan. Bahkan ada yang 1-2 tahun berstatus tersangka tanpa penahanan,” jelas Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan ICW Emerson Yuntho di kantornya, Kalibata, Jakarta, Senin (29/12).


Dia menjelaskan, hingga akhir 2014, sedikitnya ada 11 tersangka KPK yang telah lebih dari tiga bulan berstatus tersangka namun belum ditahan. Bahkan, ada juga tersangka korupsi yang sudah lebih tiga tahun belum juga ditahan, yakni tersangka kasus suap Innospec ke PT Pertamina.

Sebelumnya, Wadirlantas Polri Brigjen Didik Purnomo selaku tersangka kasus Simulator SIM baru ditahan setelah dua tahun menjadi tersangka. Selain itu, ada Ratna Dewi Umar yang akhirnya ditahan setelah 2,5 tahun menyandang status tersangka korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes).

Menurut Emerson, sebelum ada KPK, koruptor lebih senang ditangani Kepolisian atau Kejaksaan. Pasalnya, meski telah berstatus tersangka proses penahanan cukup lama baru dilakukan. “Saya tidak tahu alasannya apa. Ini kekurangan KPK di 2014,” bebernya.

Dia menengarai, kelambanan dalam menahan tersangka akibat banyaknya kasus korupsi sehingga antre untuk ditangani. Apalagi, KPK juga terikat jangka waktu penahanan sehingga terkesan melunak. “Tapi alasan jelasnya harus dijelaskan sendiri oleh KPK. Pelunakan itu tidak boleh lagi terjadi. Di Januari 2015 sebisa mungkin tersangka itu harus ditahan,” tegas Emerson. (zul)