Bayi Hasil Hubungan Gelap Dibunuh

penemuan bayi
ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU- Sejak dua tahun lalu, Marthen Luter Banu bekerja di Malaysia untuk menafkahi istrinya, Aguslina Anin (39) dan dua anak mereka. Namun, Aguslina justru memanfaatkan kesempatan itu untuk berselingkuh bersama Jonidias Lim dan akhirnya hamil dan melahirkan seorang bayi laki-laki, Selasa (23/12) lalu sekira pukul 16.00 Wita.

Sadisnya, bayi itu bukannya dirawat dan dibesarkan, melainkan Aguslina sesaat melahirkan, memilih untuk mengakhiri nyawa bayi itu dengan cara melilitkan sehelai kain di leher sang bayi kemudian dicekik hingga bayi nahas itu tewas.
Perbuatan sadis itu baru diketahui ketua RT 03/RW 02 Dusun I Desa Usapimnasi Kecamatan Polen, Soleman Kono, Senin (29/12) ketika ia melihat perut pelaku yang sebelumnya membesar sudah kembali mengecil.

Ketika ia menanyakan hal itu, pelaku mengaku sudah melahirkan dan pelaku mencekik bayi hingga tewas, kemudian dimasukan ke dalam dus lalu dikubur di belakang rumah. “Waktu saya tanya, dia mengaku bilang sudah melahirkan dan dia sudah kubur bayinya. Kemudian saya kasih tahu keluarga dan langsung lapor di polisi di Polsek Polen,” ungkap Soleman.
Sementara, Aguslina yang adalah pelaku pembunuhan ketika diinterogasi tim Identifikasi dan wartawan ia mengaku malu dan takut karena hamil disaat suaminya berada di Malaysia, sehingga ia memilih untuk mengakhiri nyawa sang bayi saat keluar dari rahimnya. “Kami berhubungan badan berulang kali di rumah saya. Waktu saya sudah hamil, Jonitian sudah tidak datang di rumah saya lagi sampai sekarang,” katanya.
Tim Identifikasi Polres TTS ketika mendapat laporan dari aparat kepolisian di Polsek Polen, langsung menuju ke tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan oleh TKP dan mengevakuasi jasad bayi nahas itu.

Kaur Identifikasi Polres TTS, Aipda Laurens Jehau bersama dua anggotanya Briptu Polce Thaiboko dan Brigpol Purwanto saat melakukan olah TKP dan mengevakuasi jasad korban, mendapati jasad bayi nahas dikubur dibelakang rumah setelah dililit menggunakan kain di lehernya hingga tewas.
Sementara, dr Aron Nitty yang melakukan visum mengatakan, bayi itu selain dicekik menggunakan kain dilehernya hingga tewas, juga diketahui patah tulang leher. “Bayi tewas akibat cekikan, sedangkan rahang dan tengkorak bayi remuk akibat lilitan tali,” ungkap dr Aron.


Pelaku pembunuh bayi saat itu juga digiring ke Polres TTS untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Pelaku terancam UUD Nomor 23/2002 tentang Perlindungan Anak, subsider Pasal 338 KHUP tentang Pembunuhan dengan ancaman kurungan penjara 20 tahun. (yop/ays)