Wakil Ketua Komisi I: Jangan Eksploitasi Kesedihan Keluarga Penumpang AirAsia!

Politisi PDIP TB Hasanuddin

Pesawat AirAsia2

POJOKSATU – Semua lembaga penyiaran dan media wajib mempertimbangkan perasaan duka dan kondisi psikologis keluarga yang menjadi penumpang maupun crew pesawat AirAsia dengan jenis A320-200 dan nomor penerbanngan QZ 8501 tujuan Surabaya-Singarupa.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin. Menurut TB Hasanuddin, media harus memberikan rasa empati, dengan tidak terlalu mengeksploitasi kesedihan keluarga agar suasana duka itu tidak menjadi berlarut-larut dengan trauma yang mendalam.

“Jangan menambah atau memaksa keluarga korban untuk menjawab pertanyaan yang akan menambah rasa duka. Saya kira tidak etis ketika ada seseorang yang sedang menangis karena seluruh keluarganya hilang, lalu diwawancarai, apakah ibu sedih tidak tidak,” ungkap TB Hasanuddin (Senin, 29/12).


TB Hasanuddin, yang berharap penumpang dan crew tetap selamat ini mengingatkan lembaga penyiaran agar di tengah ketidakpastian ini seharusnya memberikan semangat dan harapan kepada keluarga. Kedua, sebelum ada hasil investigasi resmi, ia juga mengingatkan agar tidak mengumbar wawancara yang memunculkan ragam prediksi yang berbeda terkait dengan penyebab kecelakaan tersebut, terutama dari pendapat-pendapat yang mengatasnamakan pakar.

“Penyelidikan dan invstigasi akan dilakuakn secara resmi oleh pihak berwenang dan kita harus bersabar menunggu, sampai ada kepastian masalah itu,” tegas TB Hasanuddin, yang juga meminta kepada Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) agar menegakkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. (ysa)