Mungkinkah Air Asia Dibajak ISIS ?

AirAsia_X_Airbus_A330-300_Nazarinia-3
Air Asia hilang kontak, Minggu (28/12/2014) pagi

POJOKSATU – Berita hilangnya pesawat AirAsia tujuan Surabaya-Singapura tadi pagi, menghebohkan tanah air. Terlebih, sampai saat ini belum diketahui nasib pesawat yang membawa 155 penumpang tersebut. Spekulasi soal hilangnya pesawat itu pun menjadi perbincangan hangat.

Pesawat dengan nomor penerbangan QZ8501 itu masih baru. Pilotnya, Iriyanto, juga berpengalaman. Pihak Air Asia menyebut Irianto memiliki pengalaman terbangĀ  selama 6.100 jam. Sedangkan first officer yang mendampingi Iiyanto memiliki jam terbang selama 2.275 jam.

Sebelum pesawat itu hilang kontak, Irianto meminta izin bergeser ke kiri dan keluar dari jalur karena cuaca tidak bersahabat. Namun, sejurus kemudian, pesawat langsung kehilangan kontak.

Pemberitaan terkini di sejumlah media massa menyebut pesawat tersebut dilaporkan jatuh di perairan Bangka Belitung. Namun, lokasi pastinya belum diketahui. Pemerintah melalui Kementerian Perhubungan sendiri tak mau berspekulasi soal lokasi hilangnya pesawat.


Selain faktor cuaca, hilangnya pesawat AirAsia juga disebut-sebut karena kehabisan bahan bakar. Namun, spekulasi tersebut langsung dibantah Kementerian Perhubungan. Kemenhub mengatakan, avtur pesawat memungkinkan terbang selama 4,5 jam. Sedangkan AirAsia hilangkan kontak hanya sejam setelah take off dari Bandara Juanda, Surabaya. Jadi, logikanya, pesawat itu tidak mungkin kehilangan bahan bakar.

Pertanyaannya kemudian adalah, apa penyebab pesawat itu hilang kontak? Benarkah pesawat itu dibajak oleh kelompok teroris seperti ISIS? Kita berharap semoga saja tidak demikian.

Namun, bukan berarti kita menapikan hal tersebut. Sebab, satu minggu terakhir, informasi seputar ancaman ISIS begitu masif. Radar Bogor sendiri telah menerima ancaman ISIS yang disebar via BBM. Isi pesan itu menyebut ISIS akan mengebom dua mal di Bogor, yakni Botani Square dan BTM pada malam tahun baru. Mereka juga mengancam mengebom Stasiun Bogor.

Belum seminggu setelah ancaman itu, muncul lagi video ancaman ISI di situs YouTube. Dalam video itu, ISIS menantang dan mengancam untuk membantai TNI, Polri, dan Banser. Hanya dua hari setelah video itu beredar, tepatnya pada Sabtu (27/12/2014), Polri menangkap 6 terduga militan ISIS di bandara Soekarno-Hatta.

Enam orang asal Makassar Sulawesi Selatan itu diduga hendak berjihad ke Suriah dan bergabung dengan kelompok ISIS di sana. Sehari kemudian (tadi pagi), pesawat AirAsia dilaporkan hilang kontak. Penumpangnya rata-rata beragama non muslim. Mungkinkah ISIS yang membajak pesawat itu sebagai bentuk balas dendam atas penangkapan enam rekan mereka, kemarin? Wallahu’alam. Semoga saja tidak.

Namun, perlu diingat bahwa, bisa saja kelompok ISIS sengaja mengalihkan perhatian aparat keamanan dengan menyebar pesan ancaman mengebom mal dan stasiun kereta serta pos keamanan TNI dan Polri selama satu minggu terakhir. Padahal, mereka sedang merencanakan untuk menyerang titik-titik lain yang lebih strategis di saat aparat keamanan lengah atau sibuk mengamankan tempat-tempat yang diancam ISIS.

Semoga saja, perkiraan saya ini tidak benar dan semoga pesawat AirAsia yang hilang kontak segera ditemukan. Mari kita doakan agar semua penumpangnya selamat, Amin. (ridwan/ps)