Ini Identitas Pembuat Video ISIS

ISIS
Salim Mubarok, pembuat video ancaman ISIS

POJOKSATU – Identitas pembuat video ancaman ISIS kepada TNI, Polri, dan Banser akhirnya terungkap. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur Rudi Triwachid, membeberkan jati diri pembuat video ancaman tersebut.

Menurut Rudi, identitas pembuat video ancaman ISIS terungkap setelah Densus 99/Asmaul Husna pimpinan Syukron Dossi, menemukan paspornya.
“Identitas pembuat video itu bernama Salim Mubarok sesuai data paspor. Dia kelahiran Pasuruan, 25 Agustus 1972,” ujar Rudi.

Dalam rekaman yang diunggah di Youtube pada 24 Desember 2014, seorang pria yang kini teridentifikasi sebagai Salim Mubarok Attamimi mengancam Panglima TNI, Polri, dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama.

Beredarnya video tersebut membuat GP Ansor Jawa Timur langsung siaga. Mereka menggelar rapat terbatas di Grha Ansor Jatim, Gayungsari, Surabaya, yang menyepakati pembentukan tim investigasi Densus 99/Asmaul Husna.


“Beredarnya video itu memang sempat membuat banyak kalangan menghubungi Ansor Jatim. Ini cukup beralasan karena basis utama Ansor-Banser memang ada di Jatim,” katanya.

Rudi memaparkan, rumah Salim Mubarok berada di RT 5 RW 6, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Panggung, Kota Pasuruan. Rumah itu warisan dari orangtua Salim, namun di memilih pindah ke Malang bersama istri dan anaknya dengan menyewa sebuah rumah di daerah Kedungkandang.

Salim berasal dari keturunan Arab Yaman Bani At Tamimi karena itu dia dikenal dengan nama lengkap “Salim Mubarok Attamimi”. Pada Mei 2014, Salim bersama istri dan lima anaknya, tiga anak kandung, dua anak angkat, berangkat ke Suriah.

Sebelum memboyong istri dan lima anaknya itu, Salim sebenarnya telah bergabung dengan ISIS di Suriah, dan sempat beberapa kali kembali ke Pasuruan dan Malang.

Sebelum ke Suriah dan bergabung bersama ISIS, Salim pernah berada di Yaman bergabung bersama AQAP, sebuah organisasi sayap Alqaeda di Yaman. Saat berada di Yaman itu, Salim diketahui beberapa kali masuk daerah perbatasan Turki – Suriah.

“Yang jelas, model ISIS itu bukan cermin dakwah Islam, karena dakwah Islam dalam Alquran dan hadits justru tidak menganjurkan cara-cara kekerasan, melainkan cara bijaksana dan dengan ajakan yang santun,” katanya.

Bahkan, Nabi Muhammad SAW menegaskan bahwa kafir dzimmi pun wajib dilindungi. “Nabi juga menyatakan perang dalam Islam itu hanya bersifat pertahanan diri. Jadi, Islam itu tidak suka dengan cara-cara kekerasan, jadi cara ISIS itu bukan cara Islam, ISIS hanya main klaim dengan Islam, padahal ISIS tidak Islami sama sekali,” tegas Rudi.