Banser Ladeni Tantangan ISIS

215156_68404_yenny
Yanny Wahid

POJOKSATU – Ancaman Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) tak membuat Banser dan Ansor keder. Bahkan organisasi sayap Nahdlatul Ulama (NU) itu menyatakan kesiapan untuk memerangi ISIS di Indonesia jika pemerintah meminta dua organisasi itu untuk turun tangan.

Hal itu disampaikan oleh Yenny Wahid kemarin (27/12) saat peringatan Haul Gus Dur ke 5 di Ciganjur. Menurut Yeny, Banser dan Ansor tidak perlu terlalu memperhatikan tantangan dari ISIS sebagai ancaman serius. Sebab itu hal yang biasa. “Biasa itu. Kan Banser dan Ansor kan swasta. Mereka (ISIS, red) juga swasta,” jelasnya.

Namun, jika organisasi Islam radikal itu menantang TNI dan Polri, hal itu tidak bisa dipandang sepele. Menurut Putri Gus Dur itu, tantangan ISIS merupakan bentuk perlawanan pada negara alias makar.

“Kalau menantang TNI dan Polri, maka negara harus segera bersikap. Itu makar namanya,” tegas Yenny.


Bahkan, dia mengaku, Banser dan Ansor siap turun membantu TNI dan Polri jika pemerintah meminta dua organisasi itu turun membantu. Menurut Yenny Banser dan Ansor sudah dibekali ketangguhan fisik untuk menghadapi setiap ancaman. “Kami selalu siap jika pemerintah meminta dukungan Ansor dan Banser,” ucapnya.

Yenny berharap, negara segera melakukan pencegahan agar ISIS tidak masuk ke Indonesia. Caranya dengan pengawasan ketat pada setiap gerakan-gerakan kepemudaan dan sekolah-sekolah. Pasalnya, gerakan islam yang tidak toleran itu bisa masuk ke semua lini. Misalnya masuk lewat pesantren.

Selain itu, Yenny mengaku, Nahdlatul Ulama (NU) juga akan membantu pemerintah untuk mempertahankan NKRI. Sebab, terwujudnya keutuhan indonesia sesuai dengan tujuan berdirinya NU.

Salah satu cara untuk mencegah tumbuh suburnya ISIS yakni kyai NU selalu berkeliling ke seluruh penjuru Indonesia. Mereka menyebarkan konsep islam rahmatan lil alamin atau islam yang toleran pada sesama.

Agar penangkalan ISIS berjalan masif, Yenny berharap tidak hanya NU saja yang turun. Namun semua lapisan masyarakat harus membantu. Dan pemerintah, lanjutnya, harus selalu menyadarkan warganya bahwa ISIS merupakan gerakan yang mengancam NKRI.

Yenny mengatakan, ajaran yang disampaikan ISIS itu tidak sesuai dengan wajah islam sesungguhnya. Menurut dia, ISIS seperti penjahat yang merampas hak orang untuk hidup.

Dia mengibaratkan ISIS sama seperti rezim Taliban di Iraq. Pernah dalam satu hari 150 anak sekolah ditembaki sampai mati tanpa sebab yang jelas. “Begitu beringasnya mereka. Negara harus menjaga agar ISIS jangan sampai masuk ke Indonesia,” jelas Yenny. (aph)