Dugem, Wanita Hamil 7 Bulan Kena Razia

ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU– Sebanyak 150 orang penikmat musik triping diamankan Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumut dari tempat hiburan malam di Medan.

Dari hasil pemeriksaan, 80 pengunjung terindentifikasi positif menggunakan narkoba, salah satunya wanita hamil 7 bulan.

Kepala BNNP Sumut, Kombes Pol Rudi Tranggono mengatakan bahwa pihaknya tak hanya mengamankan seorang wanita hamil dari lokasi hiburan malam Lee Garden di Jalan Nibung Medan. Akan tetapi juga turut memboyong seorang oknum polisi dan pengusaha.

“Totalnya ada 150 orang pengunjung yang kita amankan, 80 orang diantaranya positif (narkoba) dan masih kita amankan,” bebernya, Jumat (26/12) siang.


Sayangnya Rudi enggan membeberkan identitas wanita yang sedang hamil tua tersebut. “Kasianlah dia dan nantinya berdampak terhadap kandungan dan anaknya. Namun dia tetap diberikan pengarahan agar tak terjerumus lagi,” kata Rudi via selulernya.

Selain itu turut diamankan juga 8 mahasiswa dan 9 anak di bawah umur. “Untuk anak di bawah umur kita pulangkan kepada orang tuanya selain dibuat pernyataan dan pengarahan supaya tak mengulanginya lagi,” aku mantan Kapolres Labuhan Batu ini.

Tak hanya itu, Rudi melanjutkan, seorang oknum anggota Polsekta Medan Area Aiptu JE juga diamankan. Oknum polisi itu positif mengkonsumsi narkoba jenis ekstasi. “Kita lakukan tes urin saat penggerebekan dan hasilnya dia (oknum Polri) positif,” bebernya.

Dijelaskannya, ke 80 orang yang positif menggunakan narkoba nantinya akan menjalani proses assesment selama enam hari di kantor BNNP Sumut. Nah, bila selama 6 hari mereka memang ketergantungan narkoba, maka kita kirim ke panti rehabilitasi.

“Selama 6 hari mereka akan berada di kantor, dan kita lihat perkembangannya, apakah dipulangkan ke keluarga atau rehab,” tandasnya.

Disebutkannya, rehabilitasi tersebut akan dilakukan di Lido, Bandung, Jawa Barat dan tempat rehabilitasi milik pemerintah lainnya. “Kalau yang di Tanah Karo itu kan milik swasta. Namun, kita akan berkoordinasi dengan pihak keluarga yang bersangkutan,” terangnya.

“Maksudnya, jika pihak keluarga menghendaki sesuai keinginannya maka diperboleh rehabilitasi di tempat swasta. Nanti kita akan koordinasi dengan pihak keluarga. Mereka masih kita periksa,” sambung Rudi Tranggono.

Masih kata Rudi, pada penggerebekan tersebut sedikitnya 5 orang waiters di LG diamankan bersama barang bukti narkoba. Disebut-sebut, maraknya aksi peredaran narkoba di LG tak terlepas dari dugaan keterlibatan pemilik hiburan malam bernama Lee Sam.

“Dari hasil pemeriksaan, apabila terbukti adanya keterlibatan pemilik maka akan kita cari juga,” terang Rudi.

Disinggung soal penutupan Diskotik LG, Rudi sendiri menegaskan pihaknya tengah menyusun berkas permohonan ke Pemko Medan untuk segera memproses lokasi hiburan dimaksud. “Saat ini, kita sudah buat surat permohonannya, agar lokasi itu ditindak,” ujar Rudi.

Ia menambahkan, pihaknya pun mendesak Pemko Medan untuk segera menutup Diskotik LG. Menurutnya, ketika digerebek ditemukan ratusan butir pil ekstasi dan sejumlah paketan sabu-sabu.

“Hiburan malam (LG) itu harus ditutup. Karena, pegawainya turut mengedarkan narkoba. Di sana, mereka menjual narkoba secara bebas,” tegas Rudi.

Sementara itu, Kapolsekta Medan Area AKP Yudi Frianto ketika dikonfirmasi terkait adanya penangkapan anggotanya Aiptu JE mengaku menyerahkan sepenuhnya kasus ini untuk diproses. “Kita tidak akan melindungi anggota yang terlibat narkoba,” kata Yudi.

Menurut Yudi, pihaknya sudah mendapat informasi bahwa Aiptu JE ditangkap saat tengah asyik menikmati hiburan malam di LG. “Memang kemarin kita sudah dapat informasinya. Begini mas, prosesnya itu biasa ditangani BNNP dulu. Lalu diserahkan ke Propam Polres,” kata Yudi sembari menegaskan bahwa sanksi akan diberikan oleh petugas Propam. (gib/ris/smg/bd)