Internet Korea Lumpuh atau Memang Tidak Ada Internet?

ilustrasi
ilustrasi
ilustrasi

POJOKSATU– Berita seputar internet Korea Utara (Korut) lumpuh menjadi topik utama di sejumlah koran Amerika dan Inggris selama dua hari ini. Amerika Serikat disebut-sebut berada di balik lumpuhnya koneksi internet di negara Kim Jon Un itu.

Aksi tersebut merupakan bentuk balasan AS terhadap Korut yang disebut-sebut berada di balik peretasan Sony Pictures, terkait film “The Interview”. Film ini adalah sebuah komedi fiksi satire yang dalam alur ceritanya melibatkan sosok pemimpin Korea Utara Kim Jong Un.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah berjanji akan memberikan balasan yang proporsional, menyusul tuduhan keterlibatan Korea Utara dalam peretasan Sony itu yang dilansir Biro Investigasi Federal (FBI).

Tapi benarkah ada jaringan internet di Korea Utara?
Korea Utara merupakan negara yang sangat tertutup. Negara itu takut warganya bisa mengakses internet dan terhubung ke dunia luar.
Namun, di zaman yang serba digital ini, hal tersebut memicu pertanyaan, seperti apa sebenarnya koneksi internet di Korea Utara?


Korea Utara memang ada koneksi internet. Namun, koneksi internet global hanya bisa diakses orang-orang tertentu. Aksesnya pun kebanyakan untuk tujuan pemerintahan. Sementara akses internet untuk warganya, Korea Utara menyediakan “Kwangmyong”.

Istilah tersebut punya arti bintang yang bersinar terang dan dipakai untuk menyebut jaringan internet tertutup yang digunakan di sana. Kwangmyong hanya bisa digunakan untuk mengakses situs-situs tertentu yang sudah dipilih, disalin, serta disensor dengan ketat oleh pemerintah.

Selain batasan akses ini, pemerintah juga mengatur ketat soal kepemilikan komputer. Hanya orang-orang yang telah diberi izin saja yang bisa menggunakan komputer untuk mengakses Kwangmyong. Komputer itu pun didaftarkan di kepolisian, layaknya kepemilikan senjata api.

Sehari-harinya, jaringan Kwangmyong bisa diakses melalui sejumlah komputer di laboratorium komputer Pemerintah Korea Utara, kantor-kantor, universitas, dan kafe internet di kota besar.

Namun, di Korea Utara, ada larangan bepergian meski masih di dalam wilayah negara sendiri. Hal ini membuat kebanyakan masyarakat tidak pernah melihat Pyongyang atau sekadar mengunjungi kafe internet di sana.

Akses internet global

Selain Kwangmyong, Korea Utara juga bisa mengakses internet global. Akses terhadap internet global ini hanya dimiliki oleh sekelompok elite di sana, yang kebanyakan merupakan pejabat tinggi pemerintah. Jumlahnya pun sekitar ribuan saja.

Dari total 25 juta penduduk yang ada, Korea Utara cuma memiliki 1.024 alamat IP. Bandingkan dengan Amerika Serikat (AS) yang punya miliaran alamat IP untuk penduduk sekitar 316 juta orang.

Negeri Ginseng itu mengakses internet global melalui Unicom, sebuah perusahaan telekomunikasi yang dioperasikan China. Akses tersebut dihubungkan melalui satu jalur dari China, menembus pegunungan di bagian utara Korea Utara dan sampai ke Pyongyang.

Korea Utara juga punya departemen-departemen yang sangat bergantung pada koneksi internet global ini. Misalnya, para penyebar propaganda, spesialis media, peretas, serta peneliti teknokrat.

Mereka adalah sebuah contoh kelompok elite yang memperoleh akses ke internet global. Bahkan, negara pun memberikan gaji tingkat tinggi, perumahan modern, dan fasilitas-fasilitas lain demi menjaga agar orang-orang tersebut tidak berkhianat. (one)